Banda Aceh — RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh menangani kasus pertama Code Stroke pada pasien stroke iskemik.
Pelayanan kegawatdaruratan itu diberikan kepada pasien laki-laki berusia 59 tahun yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut dengan keluhan kelemahan pada kaki kiri.
Disebutkan, gejala dialami pasien sekira dua jam sebelum tiba di rumah sakit. Riwayat kebiasaan merokok diketahui menjadi salah satu faktor risiko pasien.
Setibanya di IGD, tim medis segera mengaktifkan Code Stroke, sistem penanganan cepat dan terintegrasi bagi pasien stroke akut.
Menurut Spesialis Saraf RSUD Meuraxa, Dokter Muhammad Mizfaruddin, langkah itu dilakukan untuk mempercepat diagnosis dan penatalaksanaan guna mencegah perluasan kerusakan jaringan otak serta meningkatkan luaran klinis pasien.
“Penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin. Aktivasi Code Stroke memungkinkan tim medis bekerja secara terkoordinasi sejak pasien tiba di IGD,” ujarnya dikutip dari Laman RSUD Meuraxa, Jumat, 6 Februari 2026.
Manajemen Code Stroke, tambah dia, dilakukan melalui tindakan intensif di IGD dan dilanjutkan dengan perawatan di stroke corner setelah dilakukan evaluasi tanda vital dan gejala klinis pasien.
Mizfaruddin selaku Dokter Penanggung Jawab Pelayanan menyebut pasien itu mendapatkan penanganan sesuai standar pelayanan stroke akut.
Namun, ia mengungkapkan sebagian besar pasien stroke yang datang ke IGD selama ini telah melewati waktu emas penanganan.
“Banyak pasien datang setelah lima jam, delapan jam, bahkan lebih dari sepuluh jam sejak gejala muncul. Hal ini meningkatkan risiko kecacatan dan gangguan fungsi,” ujarnya.
Melalui penerapan Code Stroke, kata dia, RSUD Meuraxa juga berupaya meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar segera membawa pasien ke IGD dalam waktu kurang dari tiga jam, atau maksimal 3,5 jam sejak gejala muncul.
Selain itu, RSUD Meuraxa mengimbau warga untuk mengenali tanda awal stroke seperti kelemahan anggota gerak, bicara pelo, dan mulut mencong.
“Jika gejala tersebut muncul, masyarakat diminta segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat ditangani dalam periode emas (golden period) dan meminimalkan risiko kecacatan.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy