Rangkang Pustaka: Oasis Literasi untuk Kaum Muda di Aceh Utara

Rangkang Pustaka1
Anak-anak yang mengikuti kegiatan di Rangkang Pustaka. Foto: Istimewa

Lhoksukon– Di tengah kesibukan dunia yang semakin modern, terdapat sebuah oasis pengetahuan yang menyegarkan di Desa Meunasah Meucat, Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Namanya: Rangkang Pustaka. Didirikan pada 25 November 2021, Rangkang Pustaka telah menjadi tempat belajar inspiratif bagi anak-anak di desa tersebut.

Dengan misi untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat, Rangkang Pustaka berupaya memberikan akses yang lebih baik terhadap buku dan materi pembelajaran, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas dan rasa ingin tahu anak-anak.

Sesuai namanya, rangkang atau dalam bahasa Indonesia disebut pondok itu merupakan balai yang di dalamnya berisi rak penuh buku layaknya perpustakaan. Selain buku, di situ juga diberikan edukasi bagi anak-anak dan aktivitas pengembangan diri pemuda dan masyarakat menyongsong quality education and promote lifelong learning.

Saat ini jumlah anak yang mengikuti Rangkang Pustaka lebih dari tujuh puluhan orang. Mereka dibagi dalam beberapa kelas pembelajaran. Ada kelas Alfa yang diisi anak-anak kelas satu hingga kelas tiga sekolah dasar. Lalu kelas Beta berisi anak-anak kelas empat hingga kelas enam sekolah dasar, dan kelas Sigma yang diisi oleh anak-anak sekolah menengah pertama.

Berawal dari pandemi covid-19 yang sempat menyerang hampir setiap negara sehingga banyak sekolah yang diliburkan. Saat itu, Muhammad Ichsan Abda, seorang pemuda Meunasah Meucat berinisiatif membangun Rangkang Pustaka sebagai wadah anak-anak sekitar, khususnya Aceh Utara, dalam meningkatkan budaya literasi. Dia kemudian berdiskusi dengan beberapa rekannya, Risky Renaldy, Muhammad Khairul Abrar, Misbahul Munir, Zahrul Akmal, dan Bima Pambudi. Mereka sepakat membangun komunitas literasi tersebut.

Kini, saban akhir pekan, Rangkang Pustaka dipenuhi tawa dan canda anak-anak yang bersemangat berkumpul saat sesi baca bersama. Dalam kegiatan ini, mereka tidak hanya membaca buku cerita, tetapi juga berbagi pengalaman dan pendapat tentang cerita yang mereka baca.

Menurut Ketua Taman Baca Masyarakat (TBM) Rangkang Pustaka, Ulfia Rahmah, 19 tahun, hal itu sengaja dibuat agar tidak hanya untuk meningkatkan minat baca anak-anak tetapi juga mempererat hubungan pertemanan di antara mereka. “Kegiatan tersebut dirancang untuk membuat belajar menjadi menyenangkan dan interaktif,” ujarnya kepada Line1.News, Sabtu, 15 Desember 2024.

Kegiatan di Rangkang Pustaka

Tidak hanya membaca buku, Rangkang Pustaka juga memiliki berbagai kegiatan lainnya. Pertama, Rangkang Belajar yang dilaksanakan pada setiap Minggu pukul sembilan hingga pukul sebelas siang. Kedua, Rangkang Tahfidz juz 30 yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Ketiga, Rangkang Talks, yaitu kegiatan berbagi pengetahuan dengan membahas berbagai tema. Keempat, Rangkang Camps yang diadakan sekali dalam setahun. Kelima, Rangkang Menulis. Dan terakhir Rangkang News, yang dikelola oleh tim media Rangkang Pustaka.

“Pembelajaran di Rangkang Pustaka itu mengikuti silabus yang kami buat. Tutor-tutor Rangkang Pustaka itu membuat silabus untuk pembelajaran anak-anak. Jadi mereka itu tidak hanya membaca saja, namun ada banyak kegiatan lainnya,” lanjut Ulfia.

Dampak positif dari keberadaan Rangkang Pustaka sangat terasa di kalangan anak-anak. Banyak dari mereka yang sebelumnya kurang tertarik pada buku kini menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk membaca. Begitu juga dengan anak-anak yang biasanya menghabiskan waktu liburnya untuk bermain game, kini bisa mulai mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif yang diadakan Rangkang Pustaka.

Dengan semangat gotong royong dan cinta terhadap pendidikan, Rangkang Pustaka berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi anak-anak desa. Mereka percaya bahwa dengan memberikan akses kepada anak-anak untuk belajar dan berkreasi, mereka turut membangun masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.

Ulfia juga mengajak kaum muda di seputaran Aceh Utara untuk bergabung ke Rangkang Pustaka.”Kepada anak muda sekitaran Aceh Utara ayo join Rangkang Pustaka. Selain bisa berbagi ilmu, kalian juga bisa melatih public speaking, mengasah keterampilan, apalagi kami juga punya berbagai kegiatan yang dapat memperluas wawasan kita.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy