Lhokseumawe – Ramai warga—mayoritas kaum ibu—dari Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, menggelar aksi protes di Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Jumat, 13 Februari 2026.
Informasi diperoleh Line1.News, aksi protes masyarakat Gampong Blang Naleung Mameh itu berlangsung usai Pemko Lhokseumawe menyerahkan secara simbolis bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Sinyar tahap I, di halaman kantor wali kota.
Mereka—yang mengaku sebagai korban terdampak banjir—melakukan aksi protes lantaran tidak mendapatkan bantuan tersebut. Aksi damai warga itu dikawal para personel Satpol PP dan WH Lhokseumawe.
Para warga yang melayangkan proses tersebut meminta diberi kesempatan bertemu dengan wali kota. Namun, wali kota Lhokseumawe bersama kepala BNPB sudah masuk ke dalam kantor wali kota usai penyerahan bantuan secara simbolis.
“Pak, cancel untuk Blang Naleung Mameh, gak usah dapat semua,” teriak seorang ibu, dikutip Line1.News dari video aksi protes masyarakat itu.
Ridwan ZA (56), warga Gampong Blang Naleung Mameh, yang ikut dalam aksi protes tersebut mengatakan, “Hari ini kami menyatakan, kami tidak setuju dengan apa yang sudah dilakukan pemerintah desa maupun pemerintah kota”.
“Karena Desa Blang Naleung Mameh merupakan desa yang pertama terdampak banjir bandang [pada akhir November 2025]. Tapi, hari ini kami diperlakukan tidak adil,” kata Ridwan kepada wartawan usai aksi itu.
Menurut Ridwan, pihaknya merasa diperlakukan “tidak adil” dalam hal pendataan korban terdampak banjir. “Warga kami lebih kurang 1.000 [jiwa] yang terdampak banjir, tetapi hari ini yang turun [bantuan perbaikan rumah rusak untuk] 70 orang. Ini tidak fair,” ungkapnya.
Ridwan mengklaim warga Blang Naleung Mameh yang melakukan aksi protes itu sekitar 400 orang. Sedangkan korban banjir di Blang Naleung Mameh yang mendapat bantuan stimulan perbaikan rumah rusak tahap I itu, kata dia, hanya 70 orang.
“Yang kami harapkan, kami harus dapat semua, karena kami orang terdampak [bencana],” ucap Ridwan.
“Kalau tidak dapat [bantuan], kami akan [melakukan aksi] segel kantor geuchik, kantor camat, dan kantor wali kota. Dan perjuangan ini akan kami teruskan sampai ke pusat,” tambah Ridwan didukung kaum ibu yang melakukan aksi protes itu.
Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Sedang-Ringan

[Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar didampingi Kepala BNPB Suharyanto foto bersama sejumlah korban terdampak bencana usai penyerahan secara simbolis bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Sinyar tahap I, di halaman kantor wali kota, Jumat, 13 Februari 2026. Foto: Pemko Lhokseumawe]
Sementara itu, Pemko Lhokseumawe menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Sinyar tahap I, di halaman kantor wali kota, Jumat, 13 Februari 2026.
Penyerahan bantuan simbolis dilakukan Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dan unsur Forkopimda Lhokseumawe.
Bantuan yang disalurkan disebut bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem, yang menyebabkan banyak rumah warga mengalami kerusakan. Bahkan sebagian warga kehilangan tempat tinggalnya.
“Atas nama Pemerintah Kota Lhokseumawe, saya menyampaikan apresiasi kepada kepala BNPB RI atas kehadirannya. Ini kehadiran yang kesekian kalinya di Kota Lhokseumawe. Dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat dalam hal ini BNPB yang telah bergerak sangat cepat sangat tanggap dalam penanggulangan bencana” ujar Sayuti, dilansir laman Pemko Lhokseumawe.
Menurut Pemko Lhokseumawe, hasil review BNPB/APIP Pusat, dari total usulan 1.296 rumah rusak, sebanyak 1.275 rumah dinyatakan lolos verifikasi. Dengan rincian: 74 rumah rusak berat, 1.178 rumah rusak sedang, dan 23 rumah rusak ringan.
Pada tahap ini, bantuan diserahkan kepada penerima (korban terdampak bencana) kategori rumah rusak sedang dan rusak ringan. Rp30 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan. “Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp35,685 miliar”.
Sayuti menambahkan, “Bagi masyarakat yang NIK-nya belum masuk dalam daftar penerimaan hari ini, sebagaimana disampaikan oleh kepala BNPB RI, itu bisa disusulkan namanya. Akan dilakukan verifikasi lagi sehingga seluruh masyarakat terdampak akan mendapatkan bantuan rumah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat”.
Wali kota berharap masyarakat yang menerima bantuan stimulan itu memanfaatkan dengan baik. “Jangan diselewengkan, ini amanah pemerintah, bukan untuk keperluan lain. Jangan buat malu Kota Lhokseumawe di hadapan pemerintah pusat,” tegas Sayuti.
‘Masih bisa Diajukan Kembali’
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan bagi masyarakat terdampak bencana yang belum terdaftar pada tahap I penerima bantuan, masih bisa diajukan kembali pada tahap berikutnya. Dengan demikian, diharapkan semua masyarakat terdampak akan mendapatkan bantuan tersebut.
Dia juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses pengusulan selanjutnya.
Disebutkan, pelaksanaan perbaikan rumah akan didampingi oleh tim teknis yang dikoordinir oleh BPBD Lhokseumawe. Sehingga prosesnya diharapkan berjalan sesuai petunjuk teknis dan ketentuan berlaku.
“Dalam proses pencairannya, dana bantuan dibayarkan dalam dua tahap: tahap pertama sebesar 80%, dan sisanya 20% akan dicairkan pada tahap berikutnya,” pungkasnya, dilansir laman Pemko Lhokseumawe.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy