Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merencanakan pembangunan kilang (oil refinery) dan tangki penyimpanan minyak (oil storage) di Lhokseumawe.
Pembangunan kilang dan tangki itu termasuk dalam 18 proyek hilirisasi dan ketahanan energi nasional yang tersebar di berbagai wilayah dari Aceh hingga Papua.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga Ketua Tim Satgas Hilirisasi menyebutkan, investasi proyek kilang dan tangki minyak mencapai Rp232 triliun.
Rinciannya, proyek kilang senilai Rp160 triliun dengan serapan tenaga kerja 44.000 orang. Sementara proyek tangki senilai Rp72 triliun dengan serapan tenaga kerja 6.960 orang.
Selain Lhokseumawe, proyek pembangunan kilang dan tangki minyak nantinya akan tersebar di 17 wilayah yaitu Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Bali, Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, dan Fakfak.
CNBC Indonesia melaporkan, dokumen pra studi kelayakan atau feasibility study 18 proyek hilirisasi itu telah diserahkan Tim Satgas Hilirisasi kepada CEO Danantara Rosan Roeslani di Jakarta, Selasa, 22 Juli 2025.
Bahlil menyebut 18 proyek hilirisasi tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sebesar USD 38,63 miliar atau Rp618,13 triliun.
Selain kilang dan tangki minyak, Aceh juga menjadi salah satu lokasi pembangunan industri klor alkali terkait garam.
Berikut daftar 18 proyek hilirisasi dan ketahanan energi nasional:
1. Industri Smelter Aluminium (bauksit) di Mempawah, Kalimantan Barat. Nilai investasi Rp60 triliun dan diperkirakan akan menyerap 14.700 tenaga kerja.
2. Industri DME (hilirisasi batu bara) di enam lokasi: Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, dan Banyuasin. Nilai investasi Rp164 triliun dan diperkirakan akan menyerap 34.800 tenaga kerja.
3. Industri Aspal (aspal Buton) di Buton, Sulawesi Tenggara. Nilai investasi Rp1,49 triliun dan diperkirakan akan menyerap 3.450 tenaga kerja.
4. Industri Mangan Sulfat (mangan) di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Nilai investasi Rp3,05 triliun dan diperkirakan akan menyerap 5.224 tenaga kerja.
5. Industri Stainless Steel Slag (nikel) di Kawasan Industrial Morowali, Sulawesi Tengah. Nilai investasi Rp38,4 triliun dan diperkirakan akan menyerap 12.000 tenaga kerja.
6. Industri Copper Rod, Wire & Tube (Katoda tembaga) di Gresik, Jawa Timur. Nilai investasi Rp19,2 triliun dan diperkirakan akan menyerap 9.700 tenaga kerja.
7. Industri Besi Baja (Pasir besi) di Kabupaten Sarmi, Papua. Nilai investasi Rp19 triliun dan diperkirakan akan menyerap 18.000 tenaga kerja.
8. Industri Chemical Grade Alumina (bauksit) di Kendawangan, Kalimantan Barat. Nilai investasi Rp17,3 triliun dan diperkirakan akan menyerap 7.100 tenaga kerja.
9. Industri Oleoresins (Pala) di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Nilai investasi Rp1,8 triliun dan diperkirakan akan menyerap 1.850 tenaga kerja.
10. Industri Oleofood (Kelapa sawit) di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK). Nilai investasi Rp3 triliun dan diperkirakan akan menyerap 4.800 tenaga kerja.
11. Industri nata de coco, medium-chain triglycerides (MCT), coconut flour, activated carbon (kelapa) di Kawasan Industri Tayan, Riau. Nilai investasi Rp2,3 triliun dan diperkirakan akan menyerap 22.100 tenaga kerja.
12. Industrial Chlor Alkali Plant (garam) di Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Riau, Banten, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Nilai investasi Rp16 triliun dan diperkirakan akan menyerap 33.000 tenaga kerja.
13. Industri Fillet Tilapia (Ikan Tilapia) di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Nilai investasi Rp1 triliun dan diperkirakan akan menyerap 27.600 tenaga kerja.
14. Industri Carrageenan (Rumput Laut) di Kupang, NTT. Nilai investasi Rp212 miliar dan diperkirakan akan menyerap 1.700 tenaga kerja.
15. Oil Refinery di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, Fakfak. Nilai investasi Rp160 triliun dan diperkirakan akan menyerap 44.000 tenaga kerja.
16. Oil Storage Tanks di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, Fakfak. Nilai investasi Rp72 triliun dan diperkirakan akan menyerap 6.960 tenaga kerja.
17. Modul Surya Terintegrasi (Bauksit dan Silika) di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. Nilai investasi Rp24 triliun dan diperkirakan akan menyerap 19.500 tenaga kerja.
18. Industri Bioavtur (Used Cooking Oil) di KBN Maranda, Kawasan Industri Cikarang, dan Kawasan Industri Karawang. Nilai investasi Rp16 triliun dan diperkirakan akan menyerap 10.152 tenaga kerja.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy