Lhoksukon – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara melaporkan kondisi terkini bangunan Monumen Islam Samudra Pasai kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Saat ini, pembangunan monumen tersebut yang berlokasi di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, itu telah terhenti.
Laporan tersebut tertuang dalam Surat Bupati Aceh Utara Nomor 800/2302 tentang Audiesi Lanjutan Pembangunan Monumen Islam Samudra Pasai tanggal 3 Desember 2024.
“Sehubungan dengan terhentinya pembangunan Monumen Islam Samudra Pasai yang berlokasi di Gampong Beuringen Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh sejak Tahun 2021, maka kami mohon kepada Bapak untuk dapat melanjutkan pembangunannya mengingat nilai strategis Monumen Islam Samudra Pasai sebagai ikon kejayaan Kerajaan Islam pertama dan kemajuan peradaban Islam di Nusantara,” isi cuplikan surat tersebut.
Di dalam surat itu juga dilampirkan dokumen Laporan Kondisi Monumen Islam Samudra Pasai Kabupaten Aceh Utara Tahun 2024.
Surat tersebut diantarkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Jamaluddin bersama Kepala Bidang Kebudayaan Yulizar serta Pamong Seni Ramin. Mereka diterima staf Sekretariat Kementerian Kebudayaan Lantai 4 Gedung E, Kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.
Sekilas Monumen Islam Samudera Pasai
Melansir laman Kementerian Kebudayaan, Monumen Islam Samudra Pasai didirikan di lahan seluas 7,7 hektare. Jaraknya cuma 300 meter dari kompleks makam Sultan Malikussaleh, pendiri Kerajaan Islam Samudra Pasai.
Monumen tersebut dibangun dengan Dana Tugas Pembantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Monumen itu dirancang tiga lantai. Lantai pertama difungsikan sebagai ruang pameran, bidang kebudayaan dan pariwisata, musala, ruang latihan tari dan musik, ruang serbaguna, gudang, dan sekretariat pengelola, pemandu wisata, serta penelitian. Sedangkan lantai dua difungsikan sebagai cafe, resto dan galeri souvenir, serta diorama akan dibuat di lantai tiga.
Pada 2012 dilakukan penimbunan dan pemasangan tiang pancang. Lalu dilanjutkan pembuatan fondasi tapak bangunan utama dan pekerjaan beton bertulang stick dan sloof.
Selanjutnya pada 2013 penimbunan dilanjutkan, termasuk fondasi tapak bangunan utama, pebuatan beton bertulang pondasi, plat tangga, balok kolom, plat lantai dan dinding corewall elevasi 0.0 hingga 24,5 meter.
Kemudian pada 2014 dilanjutkan dengan penimbunan dan pembuatan fondasi tapak bangunan sisi (4 sisi bangunan). Lalu setahun kemudian pembuatan dinding corewall elevasi 24,5 hingga 60 meter, pekerjaan GRC (type I, II dan III), pembuatan kubah tower, pemasangan marmer pada dinding menara sampai elevasi 60 meter dan marmer untuk lantai pada elevasi 59 meter, serta pembuatan kolom dan plat lantai bangunan sisi (1 sisi).
Lanjut pada 2016, pekerjaan yang dilakukan berupa pembuatan balok dan kolom plat lantai bangunan serta tangga bangunan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy