Banda Aceh – Gerhana bulan total tidak terlihat sempurna di Kota Banda Aceh karena cuaca mendung. Kabut disertai gerimis menutup penampakan gerhana bulan tersebut.
Pantauan Line1.News, Minggu malam, 7 September 2025, Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menyiapkan lima unit teleskop astronomi untuk melihat gerhana bulan di halaman kantor setempat.
Adapun gerhana bulan dimulai pada pukul 22.28 waktu Aceh, yakni fase awal penumbra, 23.27 awal gerhana sebagian, 00.30 awal gerhana total, 01.00 puncak gerhana total, 01.52 akhir gerhana total, 02.56 awal gerhana sebagian, 03.55 fase akhir penumbra.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Aceh, Azhari mengatakan cuaca mendung mengakibatkan gerhana bulan tidak terlihat sempurna.
“Disaat mulai gerhana karena cuaca agak sedikit mendung, khususnya di Banda Aceh, maka proses terjadi gerhana itu agak sedikit kurang terang. Tadi terlihat beberapa saat,” kata Azhari.

[Salah satu warga melihat gerhana bulan total melalui teleskop astronomi. Foto: Fakhrurrazi/Line1.News]
Azhari menyebut tim Observatorium Pengamatan Teungku Chiek Kuta Karang tetap siaga untuk melihat terjadinya gerhana bulan total terlama sejak 2022.
“Mungkin beberapa saat ke depan bisa cerah bisa nampak. Tapi sampai saat ini cuacanya agak gelap, maka pemantauan kurang begitu terang,” ujarnya.
Meski kurang terlihat jelas, kata Azhari, pihaknya juga telah melaksanakan salat khusuf atau salat gerhana pada pukul 23.36 waktu Aceh di masjid kompleks Kantor Kemenag setempat.
“Tadi begitu gerhana kita sudah melaksanakan salat khusuf atau salat gerhana bulan sambil menunggu cuaca terang,” tutur Azhari.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy