Matahari Tepat di Atas Ka’bah, Begini Cara Cek Ulang Arah Kiblat

Jamaah haji di Ka'bah. Foto: CNBC Indonesia
Jamaah haji di Ka'bah. Foto: CNBC Indonesia

Banda Aceh – Matahari tepat berada di atas Ka’bah sejak Selasa hingga Jumat, 27-30 Mei 2025. Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk meluruskan kembali arah kiblat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagikan tips kepada umat Islam tentang cara mengecek kembali arah kiblat.

“Matahari di atas Ka’bah, mulai 26 sampai 30 Mei 2025, untuk wilayah Indonesia tengah dan barat,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika, Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, kepada Line1.News, Selasa, 27 Mei 2025.

Andi menjelaskan, pertama, menyesuaikan waktu pada jam yang digunakan dengan jam atom BMKG di http://am.bmkg.go.id atau http://ntp.bmkg.go.id.

Kemudian, gunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada permukaan datar. Alat itu dapat berupa bandul, tiang atau dinding bangunan yang tegak lurus dengan tanah datar.

“Lakukan proses kalibrasi sejak lima menit sebelum dan sesudah 16.18 WIB atau 17.18 WITA atau waktu puncak,” jelas Andi.

Baca juga: Selasa-Rabu Pekan Depan Matahari Tepat di Atas Ka’bah, Waktunya Verifikasi Arah Kiblat

Selanjutnya, kata Andi, perhatikan arah bayangan yang terjadi saat waktu puncak. Tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat.

“Garis itulah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi matahari saat tepat berada di atas Ka’bah,” ungkap dia.

Menurut Andi, kondisi seperti ini akan terulang tiap tahunnya pada tanggal 26-30 Mei dan 14-18 Juli. Puncak terjadinya pada 28 Mei 2025 dan 16 Juli 2025.

Dalam khazanah astronomi atau ilmu falak, fenomena matahari di atas Ka’bah disebut Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat.

Ketika peristiwa tersebut berlangsung, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah berlawanan secara presisi dengan kiblat.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy