Mahfud MD Sentil Penyebutan ‘Yang Mulia’ untuk Hakim: Berbau Feodal dan Kolonial!

cuitan mahfud md
Cuitan Mahfud MD di X soal sebutan 'yang mulia' untuk hakim. Foto: tangkapan layar

Jakarta – Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mohammad Mahfud Mahmodin, yang lebih dikenal dengan nama Mahfud MD menyentil penyebutan ‘Yang Mulia’ untuk hakim.

“Yang mulia atau yang memalukan?” cuit Mahfud di akun X @mohmahfudmd, Kamis dikutip Jumat, 8 November 2024.

Menurut mantan calon wakil presiden nomor urut tiga pada Pilpres 2024 ini, penyebutan ‘Yang Mulia’ tak relevan lagi bila ditinjau dari aturan. Selain itu, penyebutan ‘Yang Mulia’ juga berbau feodal.

“Sekarang hakim disebut “Yang Mulia (YM)”. Padahal melalui Tap (Ketetapan) Nomor XXXI/MPRS/1966, sebutan YM tidak digunakan lagi dan diganti dengan sebutan Bapak/Ibu/Saudara. Alasannya karena sebutan YM tak sesuai dengan kepribadian bangsa (Pancasila), berbau feodal dan kolonial,” tulis Mahfud.

Eks Menteri Dalam Negeri ini juga menuliskan, saat ini sebutan YM menjadi berlebihan. “Hakim hadir resepsi nikah, masuk masjid untuk salat, bahkan pergi ke toilet saja disapa dengan,…’Silakan Yang Mulia’.”

Padahal, kata Mahfud, dengan bobroknya pengadilan seperti sekarang ini, banyak hakim yang lebih layak disebut “Yang Memalukan”.

“Atau “Yang Terhinakan” atau yang sejenis dengan itu, misalnya “Yang Anu..”, dan lain-lain,” tulis mantan ketua merangkap Hakim Mahkamah Konstitusi periode 2008–2013 itu.

Di sidang resmi pengadilan, tambah Mahfud, sebutan YM kepada hakim mungkin masih bisa diterima karena terlanjur jadi kebiasaan. “Tapi kalau di luar sidang masih “bersedia” disebut “Yang Mulia”, apalagi hanya di restoran atau acara di luar sidang itu sungguh berlebihan.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy