Lhokseumawe – Pemko Lhokseumawe menyiapkan lahan 20 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di kompleks Gedung Diklat, Jeulikat, Blang Mangat.
Pada Selasa, 24 Juni 2025, Wali Kota Sayuti Abubakar bersama Plt Sekda A Haris telah memantau ke lokasi. Sayuti sebelumnya telah beraudiensi dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta membahas rencana awal pembangunan SR tersebut.
“Sekolah Rakyat nantinya diharapkan dapat menjadi instrumen penting demi pemerataan akses dan mutu pendidikan, sekaligus langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lhokseumawe secara luas,” ujarnya dikutip dari Laman Pemko Lhokseumawe, Kamis, 26 Juni 2025.
Haris menyampaikan Pemko Lhokseumawe kota akan mendukung seluruh tahapan pembangunan SR, mulai dari pengajuan lahan, penyusunan dokumen teknis, hingga pelibatan lintas sektor.
Melansir Laman Kemensos, program SR adalah inisiatif Presiden Prabowo dan kini dikelola Kementerian Sosial sebagai program nasional. Kemensos menargetkan 100 SR akan segera beroperasi pada tahun ajaran baru 2025-2026.
SR ditujukan khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sistemnya dirancang menyerupai sekolah asrama atau boarding school. Proses rekrutmen siswa melalui beberapa tahapan mulai dari tes psikotes, tes akademik, hingga tes kesehatan.
Siswa yang boleh mendaftar ialah anak-anak yang berada dalam ketegori desil 1 atau miskin ekstrem yang tinggal di sekitar lokasi SR berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Jika kuota masih belum terpenuhi, akan dilanjutkan kepada anak-anak dari desil 2 yakni rumah tangga yang masuk kelompok 11-20 persen terendah tingkat kesejahteraan secara nasional.
SR membiayai seluruh kebutuhan sekolah muridnya. Mulai dari seragam, makan, asrama, peralatan sekolah, dan lainnya ditanggung negara 100 persen.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy