Ketika Gubernur Mualem Temani Santri Yatim Belanja Baju Lebaran di Suzuya Lhokseumawe

Mualem8
Gubernur Mualem menemani para santri yatim berbelanja baju lebaran di Suzuya Mall Lhokseumawe, Selasa, 11 Maret 2025. Foto: Riki for Line1.News

Lhokseumawe – Ratusan santri berbaris di halaman depan Suzuya Mall Lhokseumawe, Selasa siang, 11 Maret 2025. Jumlah mereka 120 orang. Santriwan bersarung dan berpeci. Santriwati memakai niqab atau cadar.

Para santri itu berasal dari Dayah Raudhatul Huda, Gampong Matang Ceubrek (Cibrek), Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara–sekira 35 kilometer arah Tenggara Lhokseumawe.

Mereka merupakan anak yatim, anak dari keluarga fakir miskin, dan anak terlantar dari sejumlah gampong di Aceh Utara. Usianya mulai dari kelas satu sekolah dasar (SD) hingga kelas satu sekolah menengah atas (SMA).

Sebagian santri menumpang bus sekolah tiba di halaman mal sekira pukul 14.05 waktu Aceh. Lima menit kemudian, santri lainnya menyusul dengan mobil penumpang umum.

Mualem13
Said, Manajer Suzuya Mall Lhokseumawe, menyambut Mualem. Foto: Line1.News/Rma

Manajer Suzuya Mall Lhokseumawe, Said bersama sejumlah stafnya terlihat standby di teras gedung pusat perbelanjaan modern tersebut. Mereka menunggu Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem yang akan menemani para santri berbelanja kebutuhan lebaran.

Said menyebutkan tidak ada hal khusus yang dipersiapkan pihaknya menyambut Mualem dan para santri.

“Yang secara khusus paling kasir kita prepare, agar transaksi belanja lebih memudahkan. Selain baju dan celana, kita sarung ada, sepadu, sandal, segala macam yang kita jual di atas (lantai tiga). Tinggal dipilih anak-anak nanti,” ujarnya.

Di bulan Ramadan ini, kata Said, Suzuya memberikan diskon belanja pakaian 20 hingga 50 persen tergantung merek.

“Semua ada diskon, tergantung mereknya, sudah ter-set by system,” jawab Said ditanyakan soal diskon khusus hari ini.

***

Sekira pukul 14.15 Mualem tiba di halaman Suzuya. Turun dari mobil, ia disambut Said dan Teungku Muhammad Dian atau Abi Matang Cibrek, Pimpinan Dayah Raudhatul Huda.

Mualem kemudian berdiri di teras depan pintu masuk mal. Lalu, para santri diminta masuk sambil menyalami Gubernur Aceh itu. Mualem memberikan santunan uang tunai dalam amplop kepada setiap santri.

Setelah itu, Mualem masuk ke mal untuk berfoto bersama para santri depan tempat permainan anak-anak, di lantai dasar Suzuya.

Selesai acara foto, semua santri naik ke lantai tiga untuk berbelanja baju lebaran. Sementara Mualem melihat beberapa mobil dan sepeda motor yang dipamerkan di lantai dasar mal.

Mualem12
Para santri berbaris menyalami Mualem sebelum masuk ke Suzuya Mall Lhokseumawe. Foto: Line1.News/Rma

Mualem kemudian naik ke lantai tiga untuk menemani para santri berbelanja. Raut para santri semringah saat memilih pakaian baru. Namun, beberapa santri usia SD terlihat bingung saat memilih celana baru.

Tak semua santri Dayah Raudhatul Huda berkesempatan berbelanja baju lebaran bersama Mualem. Menurut Abi Matang Cibrek, beberapa santri tidak datang karena terbatasnya kendaraan. Ada juga santri yang pulang beberapa hari ke rumah karena bulan puasa.

Permintaan membawa santri ke Suzuya Lhokseumawe untuk berbelanja baju lebaran baru ia terima kemarin, Senin, 10 Maret 2025.

“Alhamdulillah. Semoga berkah rezeki Mualem. Peu mantong yang geu infak lee Mualem beuneubi berkah lee Allah. Dan harapan anak-anak pun tercapai neubi lee Allah, karena anak-anak kita berharap Mualem neu langkah u dayah,” ujar Abi.

Ia juga menjelaskan bahwa Dayah Raudhatul Huda yang berada tepat di belakang Kantor Bupati Aceh Utara, fokus membina para santri belajar ilmu agama.

Mualem9
Mualem membantu santri memilih baju lebaran. Foto: Riki for Line1.News

Sebab, kata Abi, sebagian santri merupakan anak-anak putus sekolah. “Yang paling kecil kelas satu SD, paling besar kelas satu SMA. Dari kecil kita bina,” ungkapnya.

Karena itu, dayah berinisiatif dengan organisasi Gemantara untuk memasukkan sekolah ke dayah agar para santri juga mendapatkan pengetahuan umum. “Kalau yang sekolah ke luar biar anak SD saja,” ujarnya.

Dayah Raudhatul Huda sudah hampir lima tahun berdiri. Santrinya sebagian anak yatim, anak fakir miskin, dan sebagian anak terlantar. “Sebagian [santri sebelumnya berada] di kaki lima, ada yang bermasalah dalam keluarga, ada yang di pinggir laut kami jemput, ada yang di terminal,” ujar Abi.

“Jadi kerja sama dengan Gemantara, kita jemput anak-anak di gampong-gampong, kita bina di dayah kita, dengan jumlah sekarang 143 orang.”

***

Di lantai tiga Suzuya, Mualem berbaur dengan para santri. Kemeja hitam lengan pendek dipadu celana hitam yang dikenakannya kontras dengan busana para santri yang dominan putih.

Senyum hampir tak lekang dari bibirnya yang dikepung misai plus cambang lebat. Gubernur Aceh itu tampak bahagia menemani santri yatim berbelanja.

Sementara tangan kirinya tampak menggenggam segepok uang kertas nominal Rp100 ribu. Uang itu diperkirakan untuk membayar belanja pakaian lebaran santri.

“Iya, [belanja] untuk kebutuhan hari raya, kita kasihlah untuk anak-anak yatim, itu yang ada kemudahan kita. Mudah-mudahan kita bisa terus bantu anak-anak yatim,” ujarnya.

Saat ditanyakan apa program prioritas Pemerintah Aceh untuk membantu kebutuhan anak yatim di seluruh Aceh, Mualem menjawab hal itu sudah dirancang.

“Kita komunikasi dengan Baitul Mal dan dinas-dinas terkait [di provinsi]. Tentu programnya sudah dirancang. Maunya kita, semua anak yatim di Aceh kita sayangi, kita perhatikan.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy