Banda Aceh – Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar kembali menandatangani kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga untuk pembinaan kerohanian dan keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau akrab disebut program “penyuluh masuk penjara”.
Perjanjian kerja sama diteken langsung Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, dan Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni, di Lapas Lhoknga, Aceh Besar, Selasa, 27 Januari 2026.
Saifuddin mengatakan kolaborasi pembinaan keagamaan di Lapas Lhoknga tersebut telah berlangsung sejak 2022 dan terus berlanjut hingga kini.
“Ini bukan kerja sama baru, tapi kesinambungan dari ikhtiar yang sudah kita bangun sejak beberapa tahun terakhir,” kata Saifuddin, dikutip dari keterangan tertulis.
Menurutnya, Kemenag memiliki mandat untuk melakukan pembinaan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dalam beragama sekaligus menjaga harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Penyuluh agama Islam ini adalah garda terdepan. Mereka hadir membina masyarakat, baik di gampong-gampong maupun di balik tembok Lapas seperti ini,” ujarnya.
Dia menegaskan tidak ada seorang pun yang bercita-cita menjadi warga binaan, untuk menjalani hukuman. Karena itu, Kemenag wajib hadir memberi pendampingan moral maupun spiritual.
“Maka dari itu, kita wajib hadir di tengah mereka. Bagaimana orang-orang yang menjalani hukuman ini kelak kembali ke masyarakat dalam keadaan yang lebih baik,” ucapnya.
Dalam implementasinya, penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama di Aceh Besar secara rutin melakukan pembinaan dua kali dalam sepekan.
Setiap Selasa dikhususkan untuk warga binaan perempuan, sementara Rabu untuk warga binaan laki-laki. Mulai dari mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, akidah, akhlak, serta bimbingan rohani yang membangun karakter.
Dia menambahkan bahwa berdasarkan laporan pihak Lapas, sejumlah warga binaan yang telah bebas menunjukkan perubahan signifikan saat kembali ke lingkungan masing-masing.
“Banyak mereka yang menjadi lebih baik, pintar mengaji, tajwidnya bagus, menjadi muazin, bahkan aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungannya. Semua itu mereka pelajari selama menjalani pembinaan di Lapas,” jelasnya.
Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni, menyebut saat ini terdapat sekitar 270 warga binaan di Lapas Lhoknga. Dia menilai program pembinaan kerohanian itu sangat layak untuk terus dilanjutkan sebagai bekal perubahan perilaku warga binaan.
“Program ini sangat bermanfaat. Banyak warga binaan kami yang setelah kembali ke tengah masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik dan aktif dalam kegiatan keagamaan di kampung masing-masing,” kata Husni.
Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kemenag Aceh Besar atas konsistensi pembinaan yang selama ini sudah terjalin. Dengan harapan kerja sama tersebut akan terus berlanjut berkesinambungan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy