Jakarta – Ibu pengisi sinior Bocor Alus Tempo, Francisca Christy Rosana atau Cica mengalami teror berupa ancaman dan peretasan.
“Teror ini juga menyerang keluarganya Cica, orangtuanya, ibunya juga mengalami teror, diancam dan juga ada sempat diretas, akun WhatsApp ibunya diretas dan tim KKJ sudah membantu untuk memulihkan akunnya,” ujar Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Erick Tanjung dilansir dari KompasTV, Senin, 24 Maret 2025.
Cica sebelumnya pun mengalami serangan siber. Wartawati tersebut terkena doxing dan ada upaya peretasan akun media sosial pribadinya.
Menurut Erick, teror terhadap Tempo merupakan serangan sistematis dan terstruktur. Pelaku terus melakukan teror karena merasa merasa punya impunitas atau kekebalan hukum.
“Persoalannya, artinya pelaku merasa punya impunitas, mereka tidak diproses secara hukum, jadi dengan leluasa mereka melakukan teror,” ujarnya.
Sementara itu, penasihat ahli Kapolri, Aryanto Sutadi, meminta para saksi aktif menyampaikan informasi mengenai teror kepada polisi.
Baca juga: Kapolri Perintahkan Kabareskrim Usut Paket Teror Kepala Babi-Bangkai Tikus di Kantor Tempo
Aryanto meminta saksi terbuka kepada penyidik kepolisian. Ia pun mengaku berharap jejak pelaku dapat diusut melalui rekaman CCTV yang ada.
“Ini harus dibuktikan siapa yang nyuruh, karena kalau yang nyampaikan itu pasti disuruh doang. Makanya Polri dalam penyidikan harus tuntas, harus sampai siapa yang nyuruh, idenya apa, tujuannya apa.”
Bareskrim Polri dilaporkan telah menggelar olah tempat kejadian perkara di kantor Tempo pada Minggu, 23 Maret 2025.
Sebelumnya, Tempo melaporkan teror paket kepala babi ke Bareskrim Polri pada Jumat, 21 Maret 2025. Tempo menilai kejadian itu bentuk teror terhadap kebebasan pers di Indonesia.
Usai pelaporan tersebut, kantor Tempo kembali dikirimi paket berisi enam bangkai tikus yang terpenggal, Sabtu, 22 Maret 2025.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy