Setelah sebelumnya menemui titik terang, gencatan senjata Israel-Hamas di jalur Gaza sepertinya bakal tertunda. Israel mengatakan kesepakatan tertunda hingga Hamas memberikan daftar sandera.
Sebelumnya Kabinet Israel menyatakan telah menyetujui gencatan senjata usai voting selama berjam-jam di parlemen. Namun, hal itu sepertinya memberikan gejolak tersendiri dalam ranah politik pemerintahan Israel.
Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan Itamar Ben-Gvir dikabarkan mengundurkan diri dari pemerintahan terkait kesepakatan gencatan senjata Gaza. Dia menyebutnya sebagai “kesepakatan yang gegabah”.
Ia mendesak partai garis keras lain yang pro-pemukim untuk melakukan hal yang sama, dengan mengatakan bahwa kesepakatan yang diusulkan akan “menghapus pencapaian perang” dengan membebaskan ratusan militan Palestina dan menarik diri dari wilayah strategis di Gaza, sehingga Hamas tidak terkalahkan.
Dua menteri lainnya dari partai nasionalis-religius Ben-Gvir juga telah mengundurkan diri dari kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Partai Otzma Yehudit tidak lagi menjadi bagian dari koalisi yang berkuasa tetapi mengatakan tidak akan mencoba menjatuhkan pemerintahan Netanyahu.
Sementara itu, tentara Israel masih terus menyerang Gaza. Seperti terlihat dari Israel, asap mengepul dari ledakan akibat serangan Israel di Gaza utara pada Minggu, 19 Januari 2025.
Tentara Israel juga masih mengoperasikan pesawat nirawak di sisi Israel yang berbatasan dengan Gaza. Tank-tank Israel juga masih mondar-mandir di sisi perbatasan.
Israel telah menerima nama-nama sandera yang akan dibebaskan hari ini. Sebelumnya, seorang pejabat Hamas mengatakan kepada Reuters bahwa nama-nama sandera akan segera diketahui. Pejabat itu mengatakan penundaan itu bersifat teknis.
Di Jalur Gaza, warga Palestina merayakan momen mereka kembali ke rumah setelah 470 hari mengungsi. Personel milisi Hamas juga ikut dalam perayaan itu di Khan Younis Jalur Gaza selatan. Mereka berparade bersama warga sambil membawa senjata dengan wajah tertutup kain.
Bendera-bendera Palestina diangkat dan dikibarkan, termasuk oleh Anggota layanan darurat sipil Palestina. Mobil-mobil warga Palestina yang atapnya dipenuhi barang rumah tangga seperti alas tidur memenuhi jalan-jalan di Gaza.[] Foto-foto: Reuters









Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy