Bandung – Jurnalis Kompas.com bernama Faqih diduga mendapatkan tindak kekerasan dari kelompok massa unjuk rasa menolak revisi UU TNI di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, pada Jumat malam, 21 Maret 2025.
Kejadian berawal saat Faqih hendak mengambil video suasana aksi dan berdiri di tengah massa sekitar pukul 20.00 WIB. Tak lama sesudah itu, tiba-tiba ia diteriaki intel yang menyusup ke aksi oleh pedemo yang duduk di trotoar.
“Lagi ambil video di dekat massa terus tiba-tiba massa yang duduk itu bilang ‘awas-awas itu yang gendut intel itu pakai baju putih’,” ujar Faqih dilansir dari Tirto.id, Minggu, 23 Maret 2025.
Setelah itu, Faqih memperlihatkan kartu identitas pers kepada massa aksi untuk memastikan ia adalah jurnalis. Namun, beberapa di antara mereka masih tak percaya hingga akhirnya Faqih menerima sejumlah pukulan. Meski begitu, beberapa peserta aksi berusaha mengamankan Faqih.
Dari kejadian tersebut, Faqih mengaku mendapati beberapa kali pukulan di bagian kepala dan tubuh bagian belakang.
“Kepala dua kali. Ditendang pantat dua kali atau tiga kali beberapa kali ditarik-tarik tapi sempat diamanin sama massa aksi yang lain, apresiasi, terima kasih,” jelasnya.
Faqih mengaku kondisi saat ini, efek dari bekas pukulan masih terasa dan belum berobat ke rumah sakit.
“Badan pegal-pegal agak sedikit pusing karena mungkin kena pukulan dan lemparan, belum ke rumah sakit karena harus laporan dulu untuk visum,” tuturnya.
Diketahui, ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil menolak disahkannya RUU TNI nomor 34 tahun 2004. Mereka menggeruduk kantor DPRD Jabar pada Jumat (21/03/2025).
Massa aksi yang tiba pukul 16.00 WIB, dan tetap bertahan di depan Gedung DPRD Jabar dan bergeser ke arah Jalan Sulanjana hingga larut malam.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy