Banda Aceh – Gempa bumi berkekuatan 6,2 Magnitudo mengguncang wilayah Aceh Barat Daya (Abdya) pada Minggu, 11 Mei 2025, pukul 15.57 waktu Aceh.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar, mencatat terdapat empat gempa bumi susulan setelah gempa kuat tersebut.
“Gempa bumi susulan tercatat empat kejadian. Magnitudo maksimum M 3,7 dan Magnitudo minimum M 2,6,” kata Kepala BMKG Aceh Besar Andi Azhari Rusdi kepada Line1.News, Minggu sore.
Andi mengatakan, gempa susulan pertama terjadi pada pukul 16.12, berkekuatan Magnitudo 2,6. Kemudian gempa susulan kedua pada pukul 16.14, berkekuatan Magnitudo 2,7.
Baca juga: Getaran Gempa Abdya Dirasakan Hampir Seluruh Aceh dan Sebagian Sumut
“Gempa susulan ketiga pada pukul 16.19, berkekuatan magnitudo 2,7 dan gempa susulan keempat pada pukul 16.29, berkekuatan magnitudo 3,2,” ujarnya.
Andi menyampaikan, dampak gempa bumi Magnitudo 6,2 yang berpusat di Blangpidie, Abdya, menyebabkan getaran hampir seluruh Aceh dan sebagian wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Abdya, Terasa hingga Lhokseumawe dan Banda Aceh
“Masyarakat juga diimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.”
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa Magnitudo 6,2 berada di laut, 21 kilometer arah barat daya Blangpidie, dengan kedalaman 45 kilometer.
Lokasi gempa tercatat di koordinat 3,67 Lintang Utara dan 96,86 Bujur Timur. Jika menelusuri koordinat ini di Google Map, pusat gempa berjarak sekira 21 kilometer dari bibir pantai di kawasan Kecamatan Tangan-Tangan dan Kecamatan Setia, Abdya.
Sementara itu, Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada sekitar 33 kilometer di arah timur laut-timur dari Blangpidie.
Adapun kekuatan gempa Magnitudo 5,8, terjadi dengan pusatnya berada di koordinat 3,899 derajat Lintang Utara dan 97,097 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 94,8 kilometer.
Perbedaan ini mungkin terjadi karena metode pengukuran dan interpretasi data seismik yang berbeda antara BMKG dan USGS.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy