Berpotensi Diretas, Segini Jumlah Aman Simpan Uang di Dompet Digital

Ilustrasi dompet digital atau e wallet
Ilustrasi dompet digital atau e wallet. Foto: corporatefinanceinstitute.com

Jakarta – Ahli Keamanan Siber Vaksin.com, Alfons Tanujaya mengatakan menyimpan uang di e-wallet atau dompet digital maupun bank memiliki risiko serupa: sama-sama diincar peretas.

Namun, kata dia, potensi peretasan lebih mungkin menyasar pengguna e-wallet. Terlebih jika pengawasan aplikasi tidak memadai dan pengguna ceroboh.

Karena itu, Alfons tidak menyarankan pengguna e-wallet untuk menyimpang uang hingga ratusan juta di dalam aplikasi tersebut.

“Kalau di bawah 5 juta [rupiah] sih masih oke,” ucapnya dikutip dari Kompas.com, Minggu, 18 Mei 2025.

E-wallet sendiri, kata Alfons, tidak didesain untuk menyimpang uang dalam jumlah terlalu banyak atau untuk menabung. Dompet digital itu dirancang dengan mengutamakan kemudahan dan tidak diawasi secara ketat seperti bank pada umumnya.

“[Menyimpan] Uang di e-wallet itu mengutamakan kemudahan, bandingkan dengan rekening bank yang memberikan bunga dan mengutamakan keamanan.”

Hal senada diutarakan Direktur Riset Keamanan Siber (CISSREC) Pratama Persada. Ia mengatakan, menyimpan uang di dompet digital sebaiknya dibatasi agar aman.

Batas maksimal uang yang disimpan di e-wallet, kata Pratama, berbeda-beda tergantung pada platform digunakan.

Berikut ini batas nominal menyimpan uang di e-wallet agar dana tetap aman:

1. E-wallet terdaftar

Batas saldo maksimal Rp20 juta
Batas transaksi bulanan Rp40 juta

2. E-wallet tidak terdaftar atau akun reguler

Batas saldo maksimal dapat lebih rendah, misalnya Rp2 juta.

“Kalau mau nyimpan ya batasannya cuma segitu,” ujarnya.

Pratama mengatakan, keamanan e-wallet tergantung pada beberapa faktor, seperti penggunaan autentikasi dua faktor, enkripsi data, dan sistem keamanan yang kuat.

“Meskipun e-wallet memiliki potensi risiko keamanan seperti phishing dan malware, namun banyak penyedia e-wallet yang telah mengimplementasikan langkah-langkah keamanan yang efektif untuk melindungi pengguna,” ujarnya.

Dia mengimbau pengguna e-wallet memahami bahwa keamanan dompet digital juga bergantung pada perilaku mereka sendiri. Misalnya, menggunakan password yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan memantau aktivitas akun secara teratur.

Selain itu, memiliki e-wallet yang terpercaya dan memiliki reputasi baik dalam hal keamanan juga diperlukan.

Beberapa tahun terakhir, tambah Pratama, banyak serangan siber menargetkan e-wallet. Namun penyedia e-wallet bereputasi baik telah meningkatkan keamanan mereka untuk melindungi pengguna.

Karena itu, pengguna e-wallet diminta selalu memperbarui informasi keamanan dan mengikuti praktik terbaik untuk melindungi akun e-wallet mereka.

“Dengan demikian, e-wallet dapat menjadi pilihan yang aman untuk menabung dan melakukan transaksi keuangan digital jika pengguna memahami risiko dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri mereka sendiri.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy