Berolahraga Saat Puasa, Sebelum Buka atau Sesudah Tarawih?

Ilustrasi olahraga bersepeda
Ilustrasi olahraga bersepeda. Foto: unsplash.com/markusspiske

Banyak orang mengira olahraga saat berpuasa bisa menyebabkan tubuh lemas, lapar, dan dehidrasi. Padahal, dengan pemilihan waktu dan jenis olahraga yang tepat, aktivitas fisik tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu daya tahan tubuh selama berpuasa.

Menentukan waktu yang tepat sangat penting agar tubuh tetap bugar tanpa kehilangan terlalu banyak energi.

Lalu, kapan waktu yang paling ideal untuk berolahraga saat puasa?

Dosen Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kunjung Ashadi, menjelaskan waktu terbaik untuk berolahraga saat Ramadan dapat berbeda-beda, tergantung kondisi setiap individu.

Namun, bagi orang yang jarang berolahraga, ia menyarankan untuk melakukannya satu jam hingga satu setengah jam sebelum waktu berbuka.

Pasalnya, tubuh akan mengalami kelelahan dan rasa haus setelah berolahraga. Dengan demikian, cairan yang hilang bisa segera digantikan saat berbuka.

“Maka di situ, segala kehilangan cairan itu segera dapat dihidrasi kembali, dipenuhi kebutuhannya saat kita buka puasa. Sehingga kelelahannya itu bisa diminimalkan dengan asupan segera saat buka puasa,” ujar Kunjung dilansir dari Kompas.com, Sabtu, 15 Maret 2025.

Namun, ia mengingatkan kadar gula darah biasanya menurun menjelang waktu berbuka. Karena itu, penting memperhatikan asupan makanan agar tidak terjadi lonjakan gula darah berlebihan setelah berbuka puasa.

“Caranya untuk menghindari lonjakan gula darah saat buka puasa yaitu dengan memilah makanan yang tidak memiliki gula tinggi, itu kuncinya,” jelasnya.

Bagi yang kurang nyaman berolahraga sebelum berbuka, alternatifnya adalah berolahraga setelah salat tarawih.

Pada waktu ini, tubuh sudah memiliki cukup energi dan nutrisi, sehingga memungkinkan untuk melakukan olahraga dengan intensitas lebih tinggi.

Jenis Olahraga yang Direkomendasikan

Bagi yang ingin berolahraga sebelum berbuka, Kunjung menyarankan untuk memilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang.

Beberapa pilihan yang direkomendasikan antara lain jalan cepat, jogging, bersepeda, atau senam aerobik yang bersifat kardio.

“Bisa juga latihan kekuatan dengan menggunakan beban tubuh, misalnya push up, crunch, back up, squat, dan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, latihan beban (weight training) juga dapat dilakukan dengan menyesuaikan intensitasnya.

“Olahraga apa pun asalkan dengan intensitas ringan hingga sedang tidak masalah.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy