Idi – Seiring perkembangan zaman, sejarah mudah terlupakan jika tidak diwariskan dan dilestarikan dengan baik, terutama kepada generasi muda. Salah satu sejarah penting itu adalah kisah masuknya Islam ke Aceh, yang selama ini dikenal sebagai Bumi Serambi Mekkah.
Sayangnya, kisah awal masuknya Islam ke Asia Tenggara–yang diklaim sejumlah pihak–melalui Bandar Khalifah tepatnya di Gampong Bandrong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, semakin jarang terdengar dan mulai memudar dari ingatan kolektif masyarakat.
Padahal, di wilayah itu terdapat bukti sejarah penting berupa makam Sultan Alaiddin Said Maulana Abdul Aziz Syah dan istrinya, Putri Meurah Mahdum Khudawi, yang menandai awal penyebaran Islam di Aceh maupun Asia Tenggara.
Sejumlah pihak mengklaim Sultan Alaiddin Said Maulana Abdul Aziz Syah merupakan pendiri kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara yang berpusat di Bandar Khalifah.
Ia disebut memerintah dari tahun 225 hingga 249 Hijriah, atau sekitar tahun 840 hingga 864 Masehi, dan wafat pada tahun 249 Hijriah (864 Masehi).
Bertepatan dengan Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1447 Hijriah, masyarakat Gampong Bandrong mendeklarasikan Bandar Khalifah sebagai Kota Tua Serambi Makkah, sekaligus menegaskan wilayah itu sebagai tempat masuknya Islam pertama di Asia Tenggara.
Putra daerah Bandar Khalifah, Teungku Zulkifli Aka, menyebut deklarasi Kota Tua Serambi Makkah sebagai pengingat penting agar generasi muda tak tercerabut dari akar sejarahnya.
“Kita punya kewajiban menanamkan kepada anak-anak kita pengetahuan tentang sejarah masuknya Islam pertama ke Asia Tenggara, yang dimulai dari Bandar Khalifah,” ujar Zulkifli yang juga mendirikan SDIT Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS), tak jauh dari Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa).
Pengukuhan tersebut digagas oleh Yayasan Bandar Khalifah Aceh, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh tiga pengurus yayasan bersama Zulkifli, sebagai peneguhan identitas Bandar Khalifah dalam peta sejarah Islam regional.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy