Jakarta – Pemerintah Australia akan meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa dari Indonesia pada 2026. Hal ini dilakukan seiring penambahan kuota mahasiswa dari negara-negara Asia Tenggara.
Australia menambah kuota sebesar 9 persen bagi mahasiswa internasional atau menjadi 295.000 orang, dari sebelumnya 270.000 pada 2025.
Sekira dua pertiga jumlah mahasiswa akan dialokasikan untuk universitas, dan sepertiganya di sektor vokasi serta pelatihan.
Dengan penambahan kuota tersebut, kini universitas-universitas negeri di Australia dapat mengajukan permohonan untuk meningkatkan alokasi mahasiswa internasionalnya pada 2026, melalui penawaran pendidikan, kemitraan, kampus cabang, keterlibatan alumni, dan beasiswa.
“Indonesia dan Australia memiliki kemitraan jangka panjang di bidang pendidikan, dan kami menantikan untuk menyambut lebih banyak warga Indonesia belajar di Australia,” ujar Duta Besar Australia Rod Brazier di Jakarta dalam keterangan tertulis dari Kedubes Australia nya dikutip Line1.News, Senin, 18 Agustus 2025.
“Mahasiswa Indonesia menambah nilai bagi kampus-kampus kami dan membantu memperkuat hubungan antara kedua negara kita,” sambung Brazier.
Sebagai bagian dari penambahan kuota, universitas diwajibkan menyediakan akomodasi mahasiswa tambahan. Tujuannya untuk memastikan mahasiswa domestik dan internasional memiliki akses ke tempat tinggal yang aman dan terjamin.
Australia disebut salah satu tujuan paling populer bagi mahasiswa Indonesia. Tahun ini, ada 24.000 mahasiswa Indonesia belajar di negara tersebut.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy