Takengon – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh Tengah (AMAT) berunjuk rasa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, sekira pukul 10.00 WIB, Selasa, 27 Agustus 2024.
Sebelum tiba ke gedung wakil rakyat, para mahasiswa berjalan kaki dengan membawa spanduk dan berorasi secara bergantian di depan Mapolres Aceh Tengah.
Pantauan Line1.News, setelah berorasi di depan Mapolres, mahasiswa menuju ke kantor dewan untuk berjumpa dengan wakil rakyat yang baru saja dilantik.
Namun, saat masuk ke gedung dewan, mereka dihadang polisi di gerbang pintu utama. Polisi hanya mengizinkan 10 perwakilan demonstran yang boleh masuk.
Berselang 15 menit, Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriani Mugie bersama beberapa anggota dewan keluar menemui para pendemo di depan gerbang.
Di sana, para pendemo menyampaikan delapan poin tuntutan mereka, di antaranya, kasus penggelapan dana Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Gayo sebesar Rp40 miliar yang kini telah ditangani Polda Aceh.
Kemudian, mahasiswa mendesak evaluasi menyeluruh terhadap struktur pemerintahan daerah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pelayanan publik.
Selanjutnya, mereka menuntut perhatian lebih terhadap penyediaan dan perbaikan infrastruktur jaringan komunikasi di wilayah terpencil yang masih minim akses.

Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriani Mugie bersama sejumlah anggota dewan menjumpai para pendemo di gerbang pintu. Foto: Line1.News/Roni Juanda
Mahasiswa juga meminta dewan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Direktur PDAM Tirta Tawar terkait masalah pasokan air bersih yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.
Mahasiswa mendesak agar dewan yang baru saja dilantik untuk membuat qanun yang objektif dan adil, terutama yang berkaitan dengan pajak, pariwisata, dan retribusi lainnya.
“Mendesak penyelesaian segera terhadap defisit anggaran yang sedang melanda Aceh Tengah, agar tidak berdampak buruk pada pelayanan publik dan pembangunan daerah,” sebut mahasiswa.
Di akhir tuntutan, mereka mendesak Sekretaris DPRK Aceh Tengah Windi Dasar dicopot dari jabatan sebagai. Windi dianggap telah menghalangi tugas wartawan saat pelantikan 30 anggota dewan kemarin, Senin, 26 Agustus 2024.
Setelah mendengar tuntutan para pendemo, Fitriana Mugie mengatakan menampung semua aspirasi mahasiswa. “Insya Allah, semua aspirasi adik-adik hari ini, saya tampung. Saya Ibu kalian, dengan catatan tidak yang anarkis,” tegas Fitriani.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy