Surabaya – Seorang guru sekolah dasar di Jawa Timur berinisial BAG, 25 tahun, ditangkap Bareskrim Polri karena diduga meretas data milik Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Menurut polisi, data itu kemudian dijual BAG di forum hacker breachforum seharga USD 8.000 atau setara Rp121.572.800 (kurs Rp 15.196).
BAG ditangkap di kediamannya di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Banyuwangi, Jawa Timur, pada 11 September 2024 sekitar pukul 15.30 WIB. Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, mengatakan BAG belajar meretas secara otodidak.
BAG diduga mengakses data BKN secara ilegal dengan menggunakan username dan password milik admin situs tersebut pada 9 Agustus 2024. Data login didapatkan BAG dari breachforum.
Setelah itu, BAG mengambil data sebesar 6,3 GB lalu mengunggah sampel data ASN dari salah satu provinsi ke akun miliknya di breachforum. Ia juga mencantumkan alamat akun Telegram miliknya jika ada yang tertarik membeli.
“Tetapi apa jenis datanya dan apa saja itu sedang kita verifikasi sehingga nanti itu mungkin berkoordinasi dengan BKN dan BSSN untuk melakukan mitigasi setelah insiden ini,” ujar Himawan.
BAG, kata dia, juga meretas sejumlah website perusahaan swasta di luar negeri dan universitas. Data-data hasil peretasan itu diduga disebar lewat akun topiaks di Breachforum yang dimilikinya sejak Oktober 2023.
“Tersangka telah melakukan penyebaran data elektronik yang diunggah pada akun breachforum.st topiaks sebanyak 40 sistem elektronik yang tidak hanya milik BKN, namun juga milik salah satu universitas di Amerika, perusahaan swasta di Amerika, Taiwan, Belgia, Inggris, Thailand, Afsel, India dan Hong Kong.”
BAG sehari-hari mengajar Agama Islam di SD Negeri 1 Gambiran, Banyuwangi. Dia dikenal sebagai guru honorer dengan kinerja bagus karena jarang absen dan selalu pulang ketika jam sekolah sudah benar-benar selesai.
Meski cenderung tertutup untuk urusan pribadinya, BAG cukup responsif apabila dimintai bantuan oleh teman-temannya untuk menyelesaikan tugas untuk kepentingan sekolah.
Dua pekan setelah penangkapan BAG, kehadiran guru yang mengajar dengan total 81 murid tersebut dipertanyakan murid-muridnya. “Anak-anak sudah tanya, Pak BAG ke mana. Saya bilang masih ngurus tugas baru,” ujar Kepala SDN 1 Gambiran, Anik Kanthi Rahayu, Kamis dikutip Jumat, 27 September 2024, dari kumparan.com.
Kepala Dusun Mulyorejo Agus Salim mengatakan BAG dikenal sebagai sosok pintar tapi pendiam. “Dia memang diketahui pintar IT (informasi teknologi), bahasa Inggrisnya juga pintar,” ujar Agus.
BAG juga tak mencolok karena sibuk bekerja sehingga tak cukup aktif bersosialisasi dengan tetangga, apalagi mengikuti organisasi kepemudaan di wilayahnya.
Sehari-hari ia tinggal bersama istrinya, E di rumah berwarna jingga pemberian ayah angkatnya yang terletak bersebelahan, masih satu halaman rumah namun berbeda atap. E juga berprofesi sebagai guru sekolah dasar yang masih dalam lingkup kecamatan tempat tinggalnya.
“Saya tahu dia salah, tapi semoga masih bisa diperbaiki. Mungkin negara bisa memanfaatkan ilmunya dengan merekrut BAG ke instansi yang sesuai dengan keahliannya.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy