Banda Aceh – Pelatihan optimalisasi produksi musik iringan dengan pemanfaatan teknologi di Sanggar Seni Lakuni, Banda Aceh, berakhir pada Selasa, 17 September 2024. Pelatihan ini dibuat oleh Tim Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan para seniman lokal dalam memproduksi musik iringan berkualitas dengan bantuan teknologi modern,” ujar ketua tim, Rico Gusmanto, kepada Line1.News, Rabu, 18 September 2024.
Kegiatan ini selama empat hari itu, kata Rico, berlangsung di kompleks Taman Seni dan Budaya Banda Aceh, serta dibiayai oleh DRTPM Kemendikbudristek 2024.
Hari pertama, peserta diperkenalkan dengan berbagai software dan hardware yang digunakan dalam produksi musik. “Mencakup software Studio One atau DAW (Digital Audio Workstation) dan perangkat keras seperti soundcard, mikrofon, serta monitor studio,” ujar Rico.
Hari kedua berfokus pada proses tracking, overdub, dan editing. Para peserta belajar melakukan rekaman suara dan mengedit hasil rekaman untuk mencapai kualitas suara yang optimal.
Di hari ketiga, tambah Rico, peserta mempelajari teknik mixing dan equalizing untuk menyusun elemen suara dengan seimbang dan menghasilkan komposisi musik lebih profesional. Pelatihan ditutup pada hari keempat dengan sesi mastering. Peserta dibekali keterampilan menyempurnakan hasil akhir produksi musik agar siap didistribusikan.
Sementara di hari terakhir, Kepala LPPM ISBI Aceh, Sabri Gusmail, juga hadir untuk memberikan apresiasi dan menutup kegiatan secara resmi.
“Pengenalan teknologi dalam proses produksi musik sangat penting untuk membantu para seniman meningkatkan kualitas karya mereka,” ujar Rico didampingi anggota tim, Muhammad Tahir dan Dwindy Putri Cufara.
Pimpinan Sanggar Seni Lakuni, Joni Herri berterima kasih kepada Tim Dosen ISBI Aceh atas pelatihan tersebut. Joni berharap kegiatan itu menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara ISBI Aceh dan Sanggar Seni Lakuni dalam pengembangan seni dan budaya di Aceh, khususnya dalam produksi musik.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy