Takut Ancaman Iran, AS Tumpuk Jet Tempur dan Kapal Perang di Timur Tengah

Jet tempur super hornet terlempar dari dek penerbangan Kapal Induk USS Dwight D. Eisenhower di Laut Merah Selatan, Timur Tengah, 13 Februari 2024. Foto: Reuters
Jet tempur super hornet terlempar dari dek penerbangan Kapal Induk USS Dwight D. Eisenhower di Laut Merah Selatan, Timur Tengah, 13 Februari 2024. Foto: Reuters

Washington – Militer Amerika Serikat akan mengerahkan jet tempur tambahan dan kapal perang Angkatan Laut ke Timur Tengah, sebagai upaya peningkatan pertahanan menyusul ancaman Iran, Hamas dan Hizbullah, setelah kematian Ismail Haniyeh yang dibunuh Israel.

Departemen Pertahanan AS dalam pernyataannya pada Jumat, 2 Agustus 2024, menyebutkan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah menyetujui pengiriman kapal penjelajah dan kapal perusak Angkatan Laut tambahan yang dapat menembak jatuh rudal balistik. Selain itu, satu skuadron jet tempur tambahan juga dikirim ke Timur Tengah.

“Austin telah memerintahkan penyesuaian postur militer AS yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan pasukan AS, untuk meningkatkan dukungan bagi pertahanan Israel, dan untuk memastikan Amerika Serikat siap menanggapi berbagai kemungkinan,” kata Pentagon dilansir Reuters, Sabtu, 3 Agustus 2024.

Ada perkiraan Pentagon tidak akan mengganti kapal induk USS Theodore Roosevelt di Timur Tengah. Namun Austin memutuskan untuk merotasinya dengan kapal induk USS Abraham Lincoln.

Pemimpin Senior Hamas Ismail Haniyeh Terbunuh dalam Serangan Udara Israel di Iran

Presiden AS Joe Biden menelepon Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu pada Kamis lalu membahas penempatan kekuatan militer baru AS untuk mendukung Israel melawan ancaman seperti rudal dan drone.

Iran dan Hamas sama-sama menuduh Israel melakukan pembunuhan terhadap Haniyeh. Mereka bersumpah akan akan membalas dendam kematian pejabat senior Hamas tersebut. Israel belum mengklaim bertanggung jawab atas kematian Haniyeh atau pun membantahnya.

Kematian Haniyeh merupakan salah satu dari serangkaian pembunuhan tokoh senior Hamas saat perang di Gaza antara Hamas dan Israel mendekati bulan kesebelas. Kini, berkembang kekhawatiran konflik tersebut akan menyebar ke seluruh Timur Tengah.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy