Perjalanan adalah bagian dari kehidupan manusia. Ada yang bepergian untuk bekerja, belajar, berdagang, bersilaturahmi, atau beribadah.
Dahulu orang bepergian dengan unta dan kapal, sedangkan hari ini dengan mobil, kereta, dan pesawat. Meski sarana berubah, perjalanan tetap menyimpan tantangan dan ketidakpastian.
Terkait hal ini, Islam mengajarkan agar perjalanan dimulai dengan doa. Di samping perlu menyiapkan kendaraan dan bekal, seorang muslim juga tidak boleh lupa berdoa memohon perlindungan kepada Allah, yaitu dengan doa bepergian.
Dengan membaca doa bepergian, kita berharap kepada Allah agar kita diberi keselamatan, kelancaran, dan dijauhkan dari bahaya selama dalam perjalanan.
Sebagaimana yang dibaca oleh Rasulullah, bacaan doa bepergian yang dimaksud adalah berikut ini:
1. Membaca takbir tiga kali:
اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.”
2. Saat berangkat bepergian membaca doa ini:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ. اللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هٰذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللّٰهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ. اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami pasti akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah bagi kami jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman pendamping dalam perjalanan, dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk pada harta dan keluarga.”
3. Saat pulang dari bepergian membaca doa yang sama dengan menambahkan lafaz ini di akhir doa:
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Artinya: “Kami kembali, kami bertobat, kami tetap beribadah, dan kepada Tuhan kami, kami senantiasa memuji.”
Dalam Shahih Muslim, doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Disebutkan bahwa apabila Rasulullah SAW telah berada di atas kendaraan untuk bepergian, beliau bertakbir tiga kali, lalu membaca doa tersebut.
Dengan doa ini kita senantiasa mengingat Allah sejak awal perjalanan. Saat naik kendaraan, kita diingatkan bahwa semua sarana transportasi hanyalah nikmat dari Allah. Tanpa pertolongan-Nya, siapa pun tidak akan mampu menguasai dan memanfaatkannya.
Di dalam doa ini terdapat permohonan agar perjalanan dimudahkan. Kalimat “Allahumma hawwin ‘alaina safarana hadza” mengandung makna permohonan agar aktivitas bepergian kita diringankan dan dilancarkan. Maka doa ini sangat penting dibaca agar perjalanan terasa mudah dan sampai di tujuan dengan aman.
Rasulullah SAW juga mengajarkan agar kita meminta perlindungan dari kesulitan dalam bepergian. Termasuk kelelahan, hambatan di jalan, kecelakaan, kehilangan barang, atau kejadian yang menyedihkan. Artinya dengan doa ini, seorang muslim sepenuhnya menyerahkan keselamatan dirinya kepada Allah.
Selain itu, doa ini menenangkan hati bagi orang yang meninggalkan keluarga di rumah. Nabi SAW mengajarkan bahwa Allah adalah penjaga terbaik bagi keluarga yang ditinggalkan. Karena itu, orang yang berdoa akan berangkat dengan hati lebih tenang dan penuh tawakal.
Lalu ketika pulang dari perjalanan, Rasulullah membaca doa yang sama dan menambahkan lafaz:
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُون
Artinya, kami kembali, kami bertaubat, kami tetap beribadah, dan kepada Tuhan kami kami memuji. Lafaz singkat di akhir doa ini menunjukkan bahwa pulang dengan selamat adalah nikmat besar yang patut disyukuri.
Di zaman sekarang, orang sering memeriksa tiket, bensin, peta, dan baterai ponsel sebelum berangkat. Semua itu penting, tetapi jangan lupa membaca doa bepergian. Sebab manusia bisa menyiapkan perjalanan, tetapi keselamatan dan kelancaran tetap berada di tangan Allah.
Maka biasakan membaca doa saat naik kendaraan untuk bepergian. Dengan itu, perjalanan menjadi lebih tenang, bernilai ibadah, dan penuh harapan akan perlindungan Allah SWT.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy