Lhokseumawe – Susu dan makanan bayi hasil pengadaan kebutuhan logistik darurat pascabanjir Lhokseumawe sumber dana bantuan Pemprov DKI Jakarta, belum disalurkan kepada warga terdampak bencana. Logistik tersebut akan didistribusikan ke lapangan pada Senin, 6 April 2026.
Hal itu diketahui setelah Line1.News mengkonfirmasi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Lhokseumawe, Muhammad Rahmat, Jumat sore, 3 April 2026.
Berikut pertanyaan Line1.News kirimkan via pesan Whatsapp dan jawaban Kabag Kesra:
Apakah Koperasi Praja Wibawa yang dipilih oleh PPK sebagai penyedia pengadaan kebutuhan logistik darurat pascabanjir Kota Lhokseumawe bantuan Pemerintah DKI Jakarta, sudah mendistribusikan logistik tersebut kepada korban banjir? Jika sudah, kapan didistribusikan?
Kabag Kesra: Pengadaan barang udah 100 persen.
Di mana saja lokasinya, atau apa nama desa tempat pendistribusian bantuan logistik tersebut?
Kabag Kesra: Rencana distribusi barang sesuai dengan dokumen JITUPASNA (Kajian Kebutuhan Pascabencana, red).
Bantuan logistik tersebut disalurkan kepada berapa jiwa korban banjir?
Kabag Kesra: Jumlah penerima disesuaikan dengan jumlah penduduk gampong terdampak.
Apakah bantuan logistik tersebut berupa selimut, popok bayi, susu bayi, botol susu bayi, makanan bayi, mi instan, dan sarung?
Kabag Kesra: Ya. Semua sesuai dengan dokumen PBJ (Pengadaan Barang/Jasa, red).
Terkait jawaban Kabag Kesra, “Rencana distribusi barang sesuai dengan dokumen JITUPASNA”, Line1.News mengirimkan pertanyaan lanjutan: Artinya, belum didistribusikan ya. Lalu, kapan akan didistribusikan kepada korban banjir?
Kabag Kesra: Senin udah mulai ke lapangan.
Dalam jawabannya atas sejumlah pertanyaan tersebut, Kabag Kesra tidak menjelaskan alasan teknis mengapa bantuan logistik itu harus menunggu hingga hari Senin nanti.
Baca juga: Ini Dia Penyedia Pengadaan Logistik Pascabanjir Lhokseumawe Bantuan Pemprov DKI Jakarta
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) paket ‘Belanja Pengadaan Kebutuhan Logistik Darurat Pascabanjir Kota Lhokseumawe Bantuan Pemerintah DKI Jakarta’, pagu Rp500 juta, telah memilih penyedia barang tersebut.
“Sudah pemilihan penyedia, kontrak sudah, sudah berjalan,” kata Asrul selaku PPK pengadaan tersebut dikonfirmasi Line1.News via telepon, Senin sore, 30 Maret 2026.
Menurut Asrul, pemilihan penyedia telah dilaksanakan pada akhir bulan puasa (Ramadan 1447 H).
Ditanya nama perusahaan penyedia pengadaan barang itu yang dipilih, Asrul menjelaskan, “Koperasi dinas kita pakai. Kebetulan kita di Pemko ini ada koperasi Pamong Praja, kalau tidak salah namanya [Koperasi] Praja Wibawa”.
Menurut Asrul, koperasi lebih luas cakupannya. “Di dalam aturan memang koperasi itu diprioritaskan untuk katalog,” ujarnya.
Soal nilai kontrak dari total pagu Rp500 juta, Asrul mengaku tidak ingat. “Pokoknya tidak sampai Rp500 juta,” tutur Asrul.
Apakah bantuan hasil pengadaan itu sudah didistribusi ke lapangan? “Sebagian [laporan] yang saya terima sudah diantar. Sebagian lagi sedang peu pah (disinkron) data bek (jangan) tumpang tindih dan sebagainya. [Data] itu ada di pihak (Bagian) Kesra,” ujar Asrul.
Soal lokasi pendistribusian, menurut Asrul lebih tepat dikonfirmasi kepada Bagian Kesra Setda Lhokseumawe. “Kalau masalah lokasi itu di Bagian Kesra. Saya di ULP (Unit Layanan Pengadaan),” ucapnya.
Kabag Kesra Rahmat menjawab Line1.News pada Senin malam, 30 Maret 2026, mengatakan, “Insya Allah, [dalam] minggu ini akan mulai kita distribusikan”.
Total Bantuan Pemprov DKI Rp3 Miliar
Pengadaan logistik dengan pagu Rp500 juta itu bagian dari dana Rp3 miliar yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada Kota Lhokseumawe untuk membantu pemulihan pascabencana.
Pemko Lhokseumawe pada Selasa, 27 Januari 2026, telah mengumumkan dana bantuan Pemprov DKI Jakarta, termasuk dari berbagai pihak lainnya, keseluruhan mencapai Rp9,7 miliar lebih. Bantuan dana paling banyak dari Presiden RI Rp4 miliar.
Baca juga: Lhokseumawe Terima Bantuan Bencana Rp9,7 Miliar, Ini Rinciannya
Pemko Lhokseumawe mengalokasikan dana bantuan untuk penanganan dampak bencana tersebut pada 6 organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lhokseumawe, Teguh Heriyanto, menjawab Line1.News, Rabu, 18 Februari 2026, mengatakan dari total Rp9,7 miliar lebih dana bantuan berbagai pihak tersebut, masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Rp9,2 M lebih.
Baca juga: Inilah 6 OPD Lhokseumawe Penerima Dana Bantuan Penanganan Bencana, Terbanyak PUPR
Teguh merincikan dana bantuan masuk ke RKUD Pemko Lhokseumawe Rp9,2 M lebih, OPD penerimanya [dialokasikan untuk kegiatan pada]: Dinas PUPR Rp7,5 M; BPBD Rp650 juta; Setda (Bagian Kesra) Rp500 juta; Disperindagkop-UKM Rp500 juta, Badan PP [Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana/DP3AP2KB, red] Rp100 juta; dan Dinas P & K Rp44 juta.
Adapun Rp452,41 juta masuk ke Rekening Posko Bencana Kota Lhokseumawe.
Baca juga: Rp452,41 Juta Dana Posko Bencana Lhokseumawe; Ini Pengeluaran dan Sisanya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy