Meulaboh – Pemandangan luar biasa tersaji di Kompleks Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Aceh Barat, Kamis malam, 2 April 2026. Ribuan masyarakat tumpah ruah hingga membentuk lautan manusia demi menghadiri Tabligh Akbar dan Halal Bihalal Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Magnet utama acara ini adalah penceramah muda nasional, Teungku Habibi An Nawawi, yang merupakan Juara 1 Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar 2026.
Antusiasme warga sudah terlihat sejak pukul 18.00 waktu Aceh. Banyak warga dari luar kecamatan, hingga kabupaten tetangga, rela datang lebih awal hanya demi mengamankan posisi duduk di halaman masjid.
“Kami takut tidak dapat masuk karena sangat ramai. Yang penting bisa mengikuti ceramah dengan jelas dan melihat Teungku Habibi dari dekat,” ujar Hamdani, warga Pante Ceureumen yang memboyong keluarganya sejak sebelum Magrib, dikutip dari keterangan dirilis Pemkab Aceh Barat.
Pesan Menohok Bupati Tarmizi
Di tengah suasana yang khidmat namun penuh energi, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, yang hadir didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, memberikan orasi yang cukup menggetarkan.
Tarmizi menegaskan kerumunan massa yang hadir bukan sekadar angka, melainkan simbol kekuatan Aceh Barat untuk bersatu. Namun, Tarmizi juga memberikan peringatan keras terkait ancaman nyata yang tengah mengintai daerah tersebut.
“Hari ini kita melihat Aceh Barat bersatu. Saya mengajak seluruh rakyat untuk menjaga persatuan ini,” tegas Tarmizi.
Dia menyoroti tiga “penyakit masyarakat” yang kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda: Narkoba, Judi, dan Aliran Sesat.
“Mari kita lawan narkoba, judi, serta aliran sesat yang merusak moral dan menghancurkan masa depan anak-anak kita. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kami butuh dukungan seluruh masyarakat!” tegasnya.
Baca juga: Bupati Aceh Barat Sebut Bahaya Jika Pengangguran tak Diatasi, ‘Mereka Beralih ke Judi Online’
Momentum Perubahan
Acara ini tidak hanya berakhir sebagai ajang silaturahmi pascalebaran, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkokoh komitmen warga dalam menjaga Aceh Barat agar tetap religius dan aman.
Tingginya animo masyarakat menjadi bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan tetap menjadi pusat perhatian utama bagi warga di Bumi Teuku Umar. []


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy