24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi Akibat Bencana

Jubir Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh Murthala
Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin. Foto: Fakhrurrazi/Line1.News

Banda Aceh – Juru Bicara Pos Komando Bencana Aceh, Murthalamuddin menyebut sebanyak 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah masih terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Data disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, tercatat wilayah yang masih terisolasi tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.

“Total penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa,” kata Murthala di Banda Aceh, Kamis, 15 Januari 2026.

Murthala menyebut Desa Serule di Kecamatan Bintang masih terisolasi dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 582 jiwa. Akses menuju desa tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan longsor pada badan jalan.

Selanjutnya, Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan desa terisolir terbanyak. Desa-desa yang terdampak meliputi Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah, total penduduk terdampak mencapai 4.951 jiwa.

Murthala menuturkan wilayah-wilayah ini masih terisolasi disebabkan terputusnya jembatan serta longsor yang menutupi badan jalan.

“Sebagian desa sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua seperti Desa Serempah dan Bah, namun akses roda empat masih belum dapat melintas,” ujarnya.

Di Kecamatan Silih Nara, terdapat dua desa yang masih terisolasi, yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit, dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 254 jiwa.

“Akses menuju kedua desa tersebut tidak dapat dilalui baik menggunakan roda dua maupun empat akibat putusnya jembatan Mulie dan jembatan Gantung Langit,” ucapnya.

Di Kecamatan Rusip Antara terdapat lima desa yang masih terisolasi, yaitu Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik, total penduduk terdampak 2.765 jiwa.

Dia menyampaikan akses kendaraan roda dua ke sejumlah desa mulai terbuka. Namun, kendaraan roda empat masih belum dapat melintas akibat timbunan longsor serta putusnya sejumlah jembatan di wilayah tersebut.

Adapun kecamatan terakhir yang masih mengalami keterisolasian berada di Linge. Di wilayah ini, desa-desa yang masih terisolasi meliputi Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang, total penduduk terdampak mencapai 2.362 jiwa.

Keterisolasian di wilayah ini umumnya disebabkan putusnya Jembatan Kala Ili serta longsor di sejumlah titik jalan.

“Akses kendaraan roda dua hanya bisa ke Desa Penarun dan Umang, kendaraan roda empat masih belum dapat melintas,” jelasnya.

Da mengatakan pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan darurat serta pemulihan akses ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi. Termasuk melalui pembukaan jalur darat sementara dan penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

“Upaya penanganan terus dilakukan secara bertahap agar akses masyarakat kembali normal, terutama di desa-desa yang hingga kini masih terisolir,” ucapnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy