Takengon – Sebagian warga Kampung Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, yang terdampak bencana alam pada akhir November 2025 lalu, hingga kini masih mengungsi di Kompleks MIN 1 Bintang.
“Yang masih mengungsi di sini sekitar 50 KK (kepala keluarga), dua posko: satu di MIN ini, satu di pesantren. Di desa 70 KK lagi tinggal di sana, [di antaranya] yang ada mobil,” kata Reje Jamur Konyel, Armansyah, kepada wartawan di pengungsian itu, Selasa, 30 Desember 2025.
Menurut Arman, pertimbangan sebagian warganya masih bertahan di pengungsian tersebut lantaran lebih mudah mengakses kebutuhan pangan.
“Delapan jam kalau jalan kaki ke rumah. Jadi, masalah beras sulit. Maka kami [bertahan] di sini,” ungkap Arman.
Arman menyebut di pengungsian tersebut warganya mendapatkan bantuan dari sejumlah donatur dan relawan kemanusian. “Alhamdulillah, sementara waktu ada donasi, dan ada yang dari Aceh. Dari pemerintah tiga hari 1 kilo beras cuman, enggak cukup. Ada donasi maka adalah [bantuan],” ujarnya.
Berharap Direlokasi

[Reje Jamur Konyel Armansyah di pengungsian warganya di MIN 1 Bintang, Aceh Tengah, Selasa, 30 Desember 2025. Foto: Relawan Simpang Keuramat]
Arman berharap pemerintah merelokasi masyarakat Kampung Jamur Konyel ke tempat lain yang lebih aman dari potensi bencana alam seperti tanah longsor.
“Harapan kami kalau bisa desa itu pindah, relokasi. Karena di atas gunung itu banyak retak, kami agak ngeri tinggal di situ. Saya harapkan kalau bisa kami pindah lokasi,” tutur Arman.
Menurut Arman, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah soal relokasi tersebut. “Kalau masih di sana [Jamur Konyel] kami agak berat. Walaupun bagus jalan nanti berkeberatan kami tinggal di sana,” ucap Arman.
Hipertensi
Tim Relawan Medis Simpang Keuramat, Aceh Utara, turun ke pengungsian masyarakat Jamur Konyel di Kompleks MIN 1 Bintang dan pesantren di Kecamatan Bintang, Selasa (30/12). Mereka membantu memeriksa kesehatan pengungsi dan memberikan obat-obatan.
“Di sini, [hasil pemeriksaan kesehatan] banyak kami jumpai ibu-ibu yang darah tinggi, hipertensi, mungkin traumanya tadi [akibat bencana]. Mugkin karena kepikiran rumahnya sudah tidak ada lagi, kurang tidur, nafsu makan juga, mungkin faktornya itu kepikiran,” kata dokter Cut Nelisayanti, relawan medis Simpang Keuramat.
Salurkan Bantuan

[Ulee Sagoe KPA Teungku Keuramat Abu Ih menyerahkan bantuan sembako untuk korban bencana di Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Selasa malam, 30 Desember 2025. Foto: Relawan Simpang Keuramat]
Sebelum ke Jamur Konyel, Tim Relawan Simpang Keuramat sempat bermalam di Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah pada Senin malam (29/12).
Lalu, pada Selasa pagi (30/12), tim relawan menuju lokasi pengungsian masyarakat Jamur Konyel. Di sana, petugas medis Relawan Simpang Keuramat memeriksa kesehatan warga di dua posko pengungsian: MIN 1 Bintang dan pesantren.
“Relawan Simpang Keuramat juga menyalurkan bantuan obat-obatan, mukena, dan baju koko kepada pengungsi di dua posko itu,” kata Muhammadan, tokoh pemuda Simpang Keuramat kepada Line1.News via telepon, Kamis (1/1).
Muhammadan menambahkan, setelah pulang dari Jamur Konyel, Tim Relawan Simpang Keuramat menyalurkan bantuan sembako untuk pengungsi korban bencana di Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Bener Meriah.
“Bantuan sembako itu diserahkan oleh Abu Ih (Iskandar), Ulee Sagoe KPA Teungku Di Keuramat,” ucap Muhammadan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy