Banda Aceh – Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menegaskan operasi SAR termasuk pencarian, pertolongan, dan evakuasi terhadap korban bencana di wilayah Aceh akan terus dilakukan secara aktif hingga saat ini.
Hal ini disampaikan Hussain menyusul diperpanjangnya status masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.
“Hingga hari ini, 26 Desember 2025, operasi SAR masih berjalan dan tim SAR gabungan terus bekerja secara intensif di lapangan,” kata Hussain, Jumat, 26 Desember 2025.
Hussan menyampaikan pada 24 Desember pihaknya telah melaksanakan evakuasi di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya. Hari ini, Basarnas kembali memberangkatkan personel ke wilayah bagian tengah Aceh dalam misi kemanusiaan.
“Termasuk mengerahkan Tim K9 (anjing pelacak) untuk memperkuat upaya pencarian korban,” jelas Hussain.
Dia menjelaskan penghentian operasi SAR secara resmi hanya dapat ditetapkan oleh SAR Coordinator, yaitu Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Menurut Hussain, selama masa tanggap darurat bencana masih berlaku, seluruh unsur SAR gabungan tetap disiagakan secara penuh.
Dia menambahkan operasi SAR bakal dikembangkan ke tahap penyisiran, pembersihan, dan pemantauan di area terdampak. Selain itu, saat proses pembersihan puing dilakukan, tim SAR akan tetap melekat untuk mendukung evakuasi.
“Basarnas berharap, melalui tahapan pembersihan dan penyisiran lanjutan tersebut, korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy