Jantho – Bunda PAUD Aceh yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir atau Kak Na menyemangati warga Pulo Aceh bernama Nek Aminah, 80 tahun, yang akan mengikuti wisuda Sekolah Lansia.
Prosesi wisuda Sekolah Lansia akan dilangsungkan pada November mendatang di AAC Dayan Dawood komplek kampus Universitas Syiah Kuala.
“Mangat jak sikula lansia kan, peu dipurunoe inan? Leu meureumpok ngon?” tanya Kak Na kepada Nek Aminah dilihat di akun Instagram @marlinaausman, Selasa, 14 Oktober 2025.
Dia lantas menjelaskan bahwa apa yang diajarkan di Sekolah Lansia agar warga seumuran Nek Aminah bisa berinteraksi dengan rekan-rekan sebaya dan tidak bosan berada di rumah.
“Enteuk wate wisuda neu undang lon. Insya Allah lon jak u AAC Dayan Dawood,” ujar Kak Na.
Istri Gubernur Aceh itu kemudian menyerahkan bantuan satu papan telur ke Nek Aminah. Kak Na menyebut kunjungannya ke Pulo Aceh untuk meninjau PAUD Negeri Pembina di Gampong Lampuyang, Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh.
“Alhamdulillah, mudah rezeki selalu,” ucap Nek Aminah.
Selain bertemu Nek Aminah, Kak Na juga mengunjungi beberapa lansia dan warga lainnya di rumah mereka masing-masing.
Di kediaman Ibnu Abbas dan istrinya Aisyah Arrasyid, pasangan lansia ini memberikan oleh-oleh buah labu tanah untuk Kak Na.
“Warga masyarakat di sini masih teguh memegang adat Peumulia Jamee. Alhamdulillah, terima kasih, hari ini saya dapat oleh-oleh buah labu dari Nek Aisyah,” ujar Kak Na.
Kak Na kemudian berkunjung ke kediaman Nursiah serta Muhammad Ismi yang sedang terbaring lemah di ranjang.
Terakhir, Kak Na berkunjung ke rumah Rahmat Akbar. Remaja ini didiagnosa menderita gangguan saraf yang menyebabkan ia susah bergerak karena mengalami gejala kelumpuhan. Sehari-hari, Rahmat dirawat kedua orangtuanya, Abubakar dan Nurlina.
“Rahmat butuh terapi Bu, kami harus pergi ke Banda Aceh namun kami terkendala penginapan, karena terapinya itu seminggu dua kali. Jika harus pulang pergi, maka kami terkendala di biaya Bu. Bagusnya kami sebulan berada di Banda Aceh, agar lebih fokus dan penanganan Rahmat bisa maksimal,” Abubakar menjelaskan.
Rahmat didiagnosa mengalami gangguan fungsi saraf saat memasuki jenjang pendidikan SMP. Abubakar menjelaskan, saat di bangku Sekolah Dasar, Rahmat bisa beraktifitas seperti biasa tak ada gangguan apapun. Memasuki SMP gejala penyakitnya mulai terlihat dan kondisi fisiknya terus melemah.
Mendengar penjelasan Abubakar, Kak Na berjanji akan segera mencarikan solusi, terutama terkait rumah singgah tempat Rahmat dan keluarga menginap sembari menunggu jadwal terapi.
“Insya Allah, kita akan carikan tempat yang baik untuk tempat singgah, agar Rahmat bisa lebih fokus menjalani terapi, sembuh dan bisa beraktifitas seperti sediakala.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy