Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Wakil Panglima TNI dan Kukuhkan Enam Kodam Baru

Presiden Prabowo lantik Jenderal Tandyo Budi Revita Wakil Panglima TNI
Presiden Prabowo Subianto menyalami Jenderal TNI Tandyo Budi Revita usai dilantik sebagai Wakil Panglima TNI, di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus Kopassus TNI AD, Batujajar, Jawa Barat, Minggu, 10 Agustus 2025. Foto: Antara

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI. Tandyo menjadi perwira tinggi bintang empat pertama yang mengisi kursi Wakil Panglima TNI setelah jabatan itu kosong sekitar 25 tahun.

Pelantikan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus Kopassus TNI Angkatan Darat, Batujajar, Jawa Barat, Minggu, 10 Agustus 2025.

Prabowo menyematkan tanda pangkat kepada Tandyo, lalu menyalami tangan Wakil Panglima TNI itu sebagai bentuk ucapan selamat.

Tandyo sebelumnya menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 21 Februari 2024 dengan pangkat Letjen. Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Februari 1969, dia lulus dari Akademi Militer Magelang pada tahun 1991. Tandyo pernah menjabat Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan pada 2021-2023, serta Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro tahun 2023-2024.

Jabatan Wakil Panglima TNI terakhir kali dijabat Jenderal Fachrul Razi pada 1999-2000. Saat itu, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid menghapus jabatan ini dari organisasi TNI. Namun, pada 2019 mantan Presiden Joko Widodo menghidupkan kembai jabatan ini melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.

Kukuhkan Pimpinan Pasukan Elite

Di tempat sama, Prabowo mengukuhkan dan melantik tiga pimpinan pasukan elite TNI. Yakni, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, dan Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat Marsekal Madya TNI Deny Muis, sebagai perwira tinggi bintang tiga.

Adapun Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra dikukuhkan sebagai Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional TNI AU, struktur baru di TNI Angkatan Udara.

Enam Kodam Baru

Prabowo juga meresmikan enam Komando Daerah Militer (Kodam), 14 Komando Daerah Angkatan Laut, tiga Komando Daerah Angkatan Udara, satu Komando Operasi Udara, enam grup Komando Pasukan Khusus, dan 20 Brigade Teritorial Pembangunan.

Lalu, satu Brigade Infanteri Marinir, satu Resimen Korps Pasukan Gerak Cepat, 100 Batalyon Teritorial Pembangunan, lima Batalyon Infanteri Marinir, serta lima Batalyon Komando Korps Pasukan Gerak Cepat.

Adapun Kodam baru yang dikukuhkan:

1. Kodam XIX/Tuanku Tambusai – meliputi wilayah Riau dan Kepulauan Riau
2. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol – meliputi wilayah Sumatera Barat dan Jambi
3. Kodam XXI/Radin Inten – meliputi wilayah Lampung dan Bengkulu
4. Kodam XXII/Tambun Bungai – meliputi wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan
5. Kodam XXIII/Palaka Wira – meliputi wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat
6. Kodam XXIV/Mandala Trikora – berpusat di Merauke, Papua Selatan.

Jenderal Kehormatan

Dalam sesi itu, Prabowo memberikan gelar jenderal kehormatan bintang empat kepada empat nama. Mereka ialah Menhan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN Letjen TNI (Purn) M. Herindra, eks-Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo, dan mantan Gubernur DKI Letjen TNI (KKO) Ali Sadikin.

Prabowo juga memberi gelar jenderal kehormatan bintang tiga kepada Mayjen TNI (Purn) Soehartono Soeratman, Marsekal Madya TNI (Purn) Bambang Eko Suharyanto, Mayjen TNI (Purn) Khairawan, Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, dan Mayjen TNI (Purn) Tony SB Hoesodo.

Lalu, Prabowo memberi gelar kehormatan bintang dua kepada Mayor Jenderal TNI (Purn) Taufik Hidayat.

Pertahanan Kuat

Presiden Prabowo menyatakan Indonesia harus memiliki sistem pertahanan sangat kuat untuk menjaga kedaulatan di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian.

“Indonesia tidak mau memihak blok manapun. Tapi karena itu, tidak ada pilihan lain, Indonesia harus punya pertahanan yang sangat kuat,” kata Prabowo saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus TNI AD, Batujajar, Minggu (10/8).

Prabowo mengingatkan meskipun Indonesia tidak menyukai perang, realitas menunjukkan konflik bersenjata terjadi di berbagai belahan dunia.

Dia mencontohkan perang besar di Eropa serta tragedi kemanusiaan di Timur Tengah. Di mana bangsa-bangsa yang lemah kerap menjadi korban, termasuk pembantaian terhadap warga sipil seperti orang tua, perempuan, hingga anak-anak.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy