Dari Horor hingga Komedi, 8 Film Indonesia Tayang di Netflix Bulan Ini

Ilustrasi Netflix
Ilustrasi Netflix, Foto: thespartan.org

Platform streaming Netflix menyuguhkan delapan film Indonesia dari berbagai genre pada April 2025 ini. Mulai dari film bergenre romantis, horor, komedi, hingga thriller.

Dari delapan film tersebut, ada yang berlatar kejadian 1965 di Banyuwangi, Jawa Timur, dan melibatkan nama organisasi Islam, Nahdlatul Ulama atau NU.

Ada juga yang berlatar kehidupan aktivis kampus di Bandung, Jawa Barat pada era 1990-an. Bahkan ada yang mengangkat legenda urban tentang makhluk mistis wewe gombel.

Tentunya, film-film tersebut bakal memberikan hiburan berkualitas bagi para penonton. Berikut ini daftar delapan film Indonesia tayang di Netflix April 2025:

1. Kupu-Kupu Kertas

Berlatar tahun 1965 di Banyuwangi, mengisahkan cinta terlarang antara Ning dan Ihsan yang memiliki perbedaan ideologi. Meskipun berbeda, keduanya menjalin hubungan asmara tanpa mempedulikan konflik yang terjadi di antara kedua kelompok. Situasi memanas ketika ayah Ning, Rekoso, bersama tangan kanannya, Busok, terlibat dalam aksi kekerasan terhadap anggota NU yang melibatkan kakak Ihsan. Peristiwa ini semakin membuat hubungan Ning dan Ihsan rumit.

Menyadari bahaya yang mengancam nyawa mereka, Ihsan berusaha membawa Ning melarikan diri dari amukan massa yang haus balas dendam. Film ini menyajikan perjalanan cinta yang terjal sekaligus ketegangan dramatis yang mencerminkan kondisi sosial-politik Indonesia pada 1965.

2. Guna-Guna Istri Muda

Kehidupan rumah tangga pasangan suami istri Burhan dan Vivian mulai goyah setelah kehadiran Angel. Burhan terpikat oleh pesona Angel dan menjalin hubungan terlarang hingga menikahinya sebagai istri muda. Namun, Angel tidak puas hanya menjadi istri kedua. Untuk mencapai tujuannya, ia bekerja sama dengan seorang dukun bernama Sumi dan menggunakan ilmu hitam untuk menyingkirkan Vivian.

Kehidupan Burhan dan Vivian mulai diteror oleh serangkaian kejadian mistis yang mengerikan. Saat Roy, korban sebelumnya dari pesona Angel, membuka rahasia kelam ini, Burhan dan Vivian menghadapi konsekuensi mengerikan dari ambisi yang tak terkendali.

3. Sampai Nanti, Hanna!

Mengisahkan Gani, seorang mahasiswa pendiam yang diam-diam menyimpan perasaan terhadap Hanna, seorang aktivis kampus yang vokal. Di film berlatar kehidupan kampus di Bandung pada era 1990-an ini, Gani tidak pernah mengungkapkan cintanya secara langsung. Ia hanya menuangkannya dalam lembaran-lembaran buku hariannya.

Di tengah semangat perjuangan dan dinamika kehidupan aktivis kampus, Hanna berjuang melawan pengaruh pola asuh yang toxic untuk meraih kemandirian. Namun, jalan hidup Hanna berubah drastis dan terperangkap dalam hubungan yang penuh dengan kekerasan verbal dan mental yang tidak stabil, membawa dirinya ke titik terendah dalam hidupnya.

4. Petak Umpet

Film ini mengangkat legenda urban tentang makhluk mistis wewe gombel yang dikenal suka menculik anak-anak. Diangkat ke layar lebar berdasarkan kisah viral YouTube Diculik Wewe Gombel.

Suatu hari Rahman disuruh menjaga adiknya yang bernama Sari. Namun, karena asyik bermain game, Rahman tidak menyadari jika adiknya pergi ke rumah tua yang angker untuk bermain petak umpet. Setelah beberapa waktu, Sari tidak kunjung ditemukan, sehingga muncul dugaan bahwa ia diculik oleh Wewe Gombel.

5. Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu

Film ini mengisahkan perjalanan Sadali, seorang pemuda asal Bukittinggi yang bercita-cita menjadi pelukis dan berencana melanjutkan pendidikannya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sebelum keberangkatannya, Sadali menjalani proses taaruf dan dijodohkan dengan Arnaza.

Setibanya di Yogyakarta, Sadali tinggal di sebuah rumah yang juga berfungsi sebagai restoran dan galeri seni milik Mera. Selama tinggal di sana, Sadali mulai mengagumi Mera dan tanpa disadari, perasaannya berkembang menjadi cinta. Situasi ini menempatkan Sadali dalam dilema antara mempertahankan janji perjodohannya dengan Arnaza atau mengikuti kata hatinya terhadap Mera.

6. Racun Sangga

Racun Sangga adalah film dengan genre gore yang dijadwalkan tayang di Netflix pada 18 April 2025 mendatang. Film ini diadaptasi dari kisah nyata yang viral di media sosial, mengisahkan teror santet yang dialami sepasang suami istri di Kalimantan.

Pasangan suami istri, Maya dan Andi terganggu oleh serangkaian kejadian aneh setelah pindah ke rumah baru. Mereka menemukan hewan mati di dalam rumah, mendengar suara benda jatuh di atap, hingga udara di dalam rumah yang terasa panas.

Mereka akhirnya menyadari bahwa semua ini adalah akibat dari Racun Sangga, salah satu santet paling mengerikan di Kalimantan.

7. Modal Nekad

Mengisahkan tiga bersaudara, Saipul, Jamal, dan Marwan yang memiliki hubungan kurang harmonis. Ketika ayah mereka sakit dan memerlukan perawatan dengan biaya besar, mereka terpaksa bersatu untuk melunasi tagihan rumah sakit.

Dengan modal nekat, mereka memutuskan mencuri televisi dari sebuah rumah yang mereka anggap kosong. Tanpa mereka ketahui, rumah tersebut milik seorang bos mafia. Situasi semakin rumit ketika pemilik rumah tiba-tiba pulang.

8. Aku Jati, Aku Asperger

Film ini mengangkat kisah inspiratif tentang perjuangan seorang pemuda bernama Jati yang mengidap sindrom Asperger, sebuah gangguan perkembangan yang mempengaruhi kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi. Jati sangat bergantung pada kakaknya, Daru, serta kekasih Daru, Tiara dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kehidupan Jati mulai terguncang ketika Daru dan Tiara memutuskan untuk berpisah.

Film ini mengangkat tema yang jarang tersentuh dalam sinema Indonesia, menyoroti seorang dengan sindrom Asperger dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial. Sindrom Asperger membuat Jati sulit menerima perubahan, sehingga merenggangkan hubungan dengan pacar Daru. Keinginan Jati untuk memperbaiki hubungan ini mendorongnya keluar dari zona nyaman, termasuk melakukan riset untuk mencari pasangan baru bagi kakaknya. Perjuangan ini membawa Jati pada perjalanan emosional yang tak mudah.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy