Lantai dua rumah sakit Nasser yang terkena serangan Israel. Foto: AFP
Gaza – Tentara Zionis Israel menyerang lantai dua Rumah Sakit Nasser yang terletak di Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza, Minggu, 24 Maret 2025. Akibat serangan itu, dua orang meninggal dunia yakni pemimpin Hamas Ismail Barhoum dan seorang remaja Palestina berusia 16 tahun.
Melansir Al Jazeera, Barhoum saat itu tengah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut atas luka-luka yang dialaminya sebelumnya akibat serangan Israel.
Serangan tersebut menyebabkan kebakaran. Menurut para dokter, departemen yang terkena serangan tidak dapat beroperasi karena kerusakan besar dan kebakaran, yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk dipadamkan.
Selain dua orang tersebut, delapan warga Palestina lainnya ikut. Mereka juga sedang menjalani perawatan atas luka-luka sebelumnya.
Saat ini, rumah sakit di seluruh Jalur Gaza kewalahan. Tidak ada pasokan medis atau obat-obatan karena pasukan Israel terus menutup perbatasan selama 21 hari.
Situasi serupa juga meningkat di berbagai bagian Jalur Gaza, terutama Beit Layhia di utara dan Rafah di bagian selatan Jalur Gaza.
Warga Palestina membawa seorang anak perempuan yang terluka, menjauh dari lokasi serangan Israel di kamp pengungsian sementara di pusat Kota Gaza pada hari Minggu. Foto: AFP/Omar Al-Qattaa
Serangan ke rumah sakit Nasser terjadi beberapa jam setelah pasukan Israel mengebom sebuah tenda di al-Mawasi, Gaza, menyebabkan meninggalnya anggota kedua Biro Politik Hamas, Salah al-Bardawil.
Al-Bardawil tewas bersama istrinya saat beribadah di tenda perlindungan mereka di Khan Younis, Minggu, 24 Maret 2025.
Israel belum memberikan komentar. Beberapa pemimpin senior Hamas telah tewas sejak Israel melanjutkan serangannya pekan lalu, ketika negara zionis itu melanggar kesepakatan gencatan senjata pada hari Selasa.
Setidaknya 23 orang tewas dalam serangan dini hari pada hari Minggu. Sementara militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi untuk Tal as-Sultan di Rafah.
Sebelum Israel melanjutkan pemboman di Gaza pekan lalu, mereka telah memblokir masuknya bantuan kemanusiaan dan memutus pasokan listrik sejak 1 Maret.
Pada Rabu, Israel juga melancarkan kembali serangan darat, dengan mengirim pasukannya ke daerah-daerah yang telah ditinggalkannya selama gencatan senjata hampir dua bulan.
Pasukan Israel telah beberapa kali melanggar gencatan senjata yang mulai berlaku pada 19 Januari 2025.
Pasukan Israel telah menewaskan hampir 50 ribu orang sejak perang Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan mematikan terhadap Israel yang dipimpin Hamas.
Setidaknya 1.139 orang tewas di Israel selatan dalam serangan itu, sekitar 250 orang ditawan dan sebagian besar telah dibebaskan melalui negosiasi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan militer terbaru itu ditujukan untuk memaksa Hamas menyerahkan sisa tawanan.
Namun, Hamas menuduh Israel mengorbankan tawanan melalui serangan itu. Hamas juga menyalahkan Netanyahu karena melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menolak memulai negosiasi untuk mengakhiri perang dan menarik pasukannya dari Gaza.[]
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy