Usai Dilantik, Ketua KAMMI Aceh Periode 2024-2026 Tekankan Peran Pemuda Mengawal Syariat Islam

Pelantikan PW KAMMI Aceh 2024 2026
Pelantikan PW KAMMI Aceh periode 2024-2026 di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Sabtu, 22 Februari 2024. Foto: Dokumen KAMMI Aceh

Banda Aceh – Ketua Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Aceh, M. Syauqi Umardhian, mengatakan Provinsi Aceh memiliki potensi yang sangat besar terutama kekhususan daerah dalam melaksakan syariat Islam serta mengelola anggaran otonomi khusus. Namun, di sisi lain Provinsi Aceh memiliki sejumlah permasalahan, mulai dari tingkat kemiskinan masih tinggi, persoalan judi online menyasar masyarakat Aceh, tingkat kasus pemerkosaan yang tinggi serta tingkat moralitas masyarakat Aceh menurun.

Oleh karena itu, PW KAMMI Aceh siap untuk menjadi motor utama pergerakan pemuda di Aceh yang ikut memperbaiki kondisi Aceh. “Karena sejarah membuktikan, banyak perubahan besar yang terjadi dengan dipelopori pemuda,” ujar Syauqi dalam orasinya usai pelantikan PW KAMMI Aceh periode 2024-2026 di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Sabtu, 22 Februari 2024.

PW KAMMI Aceh memiliki titik fokus terus mengawal pelaksaan syariat Islam di Aceh, termasuk ketika ada upaya merevisi Qanun LKS (Lembaga Keguangan Syariah) untuk mengembalikan sistem bank konvensional di Aceh. “KAMMI Aceh satu-satunya OKP yang melakukan protes melalui unjuk rasa di DPRA,” ungkap Syauqi.

Terkait pengawalan syariat Islam, kata Syauqi, KAMMI Aceh tidak hanya menyoroti tentang buka tutupnya aurat, tapi juga aspek kesejahteraan masyarakat. “Karena dalam maqasyid syariah ada lima aspek yakni, menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, dan menjaga harta”.

“Oleh karena itu, KAMMI Wilayah Aceh siap menjadi mitra kolaborator program pemerintah. Namun pada saat yang sama, jika Pemerintah Aceh melakukan pelanggaran atau mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak prorakyat, maka PW KAMMI Aceh juga siap menjadi organisasi terdepan untuk mengkritik dan bersuara,” tegas Syauqi.

KAMMI Wilayah Aceh memiliki jaringan lebih dari 10 kabupaten/kota yang ada di Aceh. “Kita berkomitmen untuk terus menjaga pengurus daerah yang sudah ada dan menambah jejaring organisasi pada kabupaten/kota lainnya,” pungkasnya.

PW KAMMI Aceh periode 2024-2026 dilantik oleh Sekjend KAMMI Pusat, Muhammad Amri Akbar, sekaligus me-launching LSO Rumah Kami Peduli Aceh ditandai dengan pemberian SK Pendirian oleh Pengurus Pusat KAMMI kepada Direktur Rumah Kami Peduli Aceh, Wahyuni.

Amri Akbar dalam sambutannya menyampaikan pesan bahwa pergerakan mahasiswa harus memaksimalkan kembali kepemimpinan dan pegeraknnya di kampus, karena itu merupakan pintu gerbang masuknya mahasiswa dalam pegerakan KAMMI. “KAMMI juga perlu banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program, serta menurunkannya pada setiap kepengurusan daerah,” ucapnya.

Acara pelantikan dan Muskerwil PW KAMMI Aceh itu dibuka oleh Gubernur Aceh diwakili Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Doktor Munawar A. Jalil. Dalam sambutannya, Munawar mengatakan peran pemuda sangat penting untuk ikut menyukseskan pemerintahan Aceh, terutama menjaga nilai keislaman yang kekhususan yang ada di Aceh.

Ketua Alumni KAMMI Aceh, Faisal Qasim juga menyampaikan harapan agar KAMMI Aceh bisa terus melakukan pegerakan pemuda yang mendobrak kemustahilan.

Acara pelantikan dan pembukaan Muskerwil KAMMI Aceh turut dihadiri Plt. Kepala Bappeda Aceh, Doktor Husnan, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, serta pejabat mewakili Pangdam Iskandar Muda.

Ketua panitia, M. Wudda Fauzan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah menyukseskan kegiatan ini, mengingat persiapan efektif dari kepanitiaan dilakukan sekitar satu bulan.

Muskerwil KAMMI Aceh berlangsung hingga Ahad, 23 Februari 2025, diikuti delegasi pengurus daerah KAMMI sewilayah Aceh dalam merumuskan program kerja.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy