Operasi Lilin Seulawah Dimulai, 1.213 Personel Amankan Arus Mudik-Balik Nataru

Pj Gubernur Safrizal
Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Seulawah dalam rangka pengamanan Nataru di Lapangan Mapolda Aceh, Banda Aceh, Jumat, 20 Desember 2024. Foto: Humas Pemerintah Aceh

Banda Aceh – Operasi Lilin Seulawah untuk pengamanan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 atau Nataru, resmi dimulai pada Jumat, 20 Desember 2024. Operasi ini bakal berlangsung hingga 2 Januari 2025 dengan fokus pada pengamanan arus mudik dan balik, serta menjaga ketertiban di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Sebagai tanda dimulainya Operasi Lilin Seulawah, Penjabat Gubernur Aceh Safrizal ZA menyematkan pita operasi kepada perwakilan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan Aceh saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Seulawah 2024 di Mapolda Aceh, Jumat pagi.

Safrizal berharap seluruh elemen yang terlibat dapat menjalankan tugas dengan baik dan mendukung kelancaran serta keamanan Nataru di seluruh wilayah Aceh. Dia juga mengimbau masyarakat Aceh menjaga ketertiban selama Nataru. “Hindari hal-hal yang mengganggu ketenteraman orang lain. Karena kita adalah negeri syariah, mari indahkan imbauan pemerintah dan hindarkan kegiatan yang melanggar syariah,” ujarnya.

Safrizal juga mengajak masyarakat menikmati tempat-tempat wisata yang tersebar di seluruh Aceh, sembari menonjolkan keramahan khas Aceh kepada para pengunjung. “Banyak yang memilih Aceh untuk berlibur. Mari kita junjung nilai hospitality, memuliakan tamu, dan membuat mereka berkesan selama berlibur di Aceh,” tambahnya.

Apel tersebut dihadiri Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Ketua DPRA, Kepala Kejati, Kabinda Aceh, Danlanud SIM, serta pejabat utama dari Polda dan Kodam IM serta para pimpinan SKPA.

Dalam amanat tertulis Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Safrizal disebutkan, Operasi Lilin 2024 merupakan operasi kepolisian terpusat yang melibatkan 141.605 personel gabungan dari TNI, Polri, dan stakeholder terkait. Operasi ini juga didukung oleh 2.794 posko, terdiri dari 1.852 Pos Pengamanan, 735 Pos Pelayanan, dan 207 Pos Terpadu.

“Operasi ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru, dengan melibatkan pengamanan pada 61.452 objek strategis, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata, serta lokasi perayaan tahun baru,” ujar Safrizal.

Data Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat saat Nataru 2024 diperkirakan mencapai 110,67 juta orang, meningkat 2,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 21-28 Desember 2024, sementara puncak arus balik pada 29 Desember 2024 dan 1 Januari 2025.

Safrizal menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai potensi kerawanan, terutama di jalur penyeberangan, tol, jalur arteri, transportasi umum, dan tempat wisata. “Kesiapan personel, perlengkapan, strategi operasi, dan koordinasi antar instansi harus dilakukan dengan optimal demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.”

Kapolda Aceh Irjen Pol Acmad Kartiko menjelaskan Operasi Lilin Seulawah di Aceh melibatkan 1.213 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas hingga Jasa Raharja.

“Kami fokus mengamankan beberapa objek seperti gereja, terminal, pelabuhan, pusat perbelanjaan, dan lokasi-lokasi wisata. Tujuannya adalah memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa gangguan kamtibmas.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy