Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memaparkan rincian Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh dan realisasinya sejak tahun anggaran 2008 hingga 2024.
Data itu dipaparkan Bima saat rapat bersama Badan Legislasi DPR RI membahas revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 November 2025.
Bima menyebut perlunya perbaikan pengawasan dan tata kelola Dana Otsus karena sisa anggaran cukup tinggi setiap tahun.
“Data-data dari kami menunjukkan bahwa isu utama adalah SiLPA atau Sisa Lebih Perhitungan Anggaran setiap tahun itu tinggi, terutama ketika alokasi Dana Otsus ini angkanya dua persen dari total DAU (Dana Alokasi Umum) nasional. Artinya, perlu diberikan penguatan-penguatan dalam mekanisme pengaturan pengawasan dan akuntabilitas tata kelola Dana Otsus,” ujarnya.
Dilihat dari tayangan TVR Parlemen, realisasi Dana Otsus Aceh selama 17 tahun terakhir menunjukkan fluktuasi. Tingkat serapan anggaran bergerak antara 67 persen hingga 98 persen.
Pada tahun-tahun awal, realisasi relatif rendah, seperti 2008 yang hanya mencapai 67,24 persen dari total alokasi Rp3,59 triliun, menyisakan lebih dari Rp1,17 triliun.
Serapan meningkat pada 2009–2011, masing-masing berada di kisaran 76-94 persen. Namun pada 2012 kembali turun menjadi 68,04 persen, menyisakan Rp1,75 triliun, salah satu sisa terbesar dalam 17 tahun selain 2018. Setelah itu, realisasi stabil di angka 88-92 persen sepanjang 2013-2017.
Pada 2018 realisasi kembali melemah menjadi 74,98 persen, sebelum naik lagi ke posisi 87,67 persen di 2019 dan 84,99 persen pada 2020. Tahun 2021 sempat turun ke 82,40 persen.
Tingkat serapan membaik pada 2022, mencapai 93,44 persen, sementara 2023 menjadi salah satu yang tertinggi dengan realisasi 96,83 persen dari alokasi Rp3,96 triliun—menyisakan hanya Rp125,5 miliar.
Adapun di tahun anggaran 2024 menunjukkan tren berlanjut positif dengan persentase realisasi 97,93 persen.
Berikut rincian realisasi Dana Otsus Aceh 2008–2024:
2008
Alokasi: Rp3.590.142.897.000
Realisasi: Rp2.413.870.000.000 (67,24%)
Sisa: Rp1.176.272.897.000 (32,76%)
2009
Alokasi: Rp3.728.282.000.000
Realisasi: Rp2.863.480.000.000 (76,80%)
Sisa: Rp864.802.000.000 (23,20%)
2010
Alokasi: Rp3.849.806.840.000
Realisasi: Rp2.945.539.451.110 (76,51%)
Sisa: Rp904.266.894.890 (23,49%)
2011
Alokasi: Rp4.510.656.496.500
Realisasi: Rp4.280.353.494.000 (94,89%)
Sisa: Rp230.302.656.000 (5,11%)
2012
Alokasi: Rp5.476.288.764.000
Realisasi: Rp3.725.833.889.288 (68,04%)
Sisa: Rp1.750.454.874.712 (31,96%)
2013
Alokasi: Rp6.222.785.783.000
Realisasi: Rp5.600.341.737.083 (90%)
Sisa: Rp622.444.045.917 (10%)
2014
Alokasi: Rp6.824.386.514.000
Realisasi: Rp6.051.313.437.023 (88,67%)
Sisa: Rp772.972.226.477 (11,33%)
2015
Alokasi: Rp7.057.756.971.000
Realisasi: Rp6.561.087.499.259 (92,96%)
Sisa: Rp468.833.967.656 (6,64%)
2016
Alokasi: Rp7.707.216.942.000
Realisasi: Rp6.944.965.570.239 (90,11%)
Sisa: Rp762.251.371.761 (9,89%)
2017
Alokasi: Rp7.971.646.295.000
Realisasi: Rp7.055.030.890.885 (88,50%)
Sisa: Rp916.615.404.115 (11,50%)
2018
Alokasi: Rp8.029.791.593.000
Realisasi: Rp6.020.507.092.122 (74,98%)
Sisa: Rp2.009.284.500.878 (25,02%)
2019
Alokasi: Rp8.357.471.654.000
Realisasi: Rp7.326.965.031.638 (87,67%)
Sisa: Rp1.030.506.622.362 (12,33%)
2020
Alokasi: Rp7.555.278.348.000
Realisasi: Rp6.421.425.889.485 (84,99%)
Sisa: Rp1.133.852.458.515 (15,01%)
2021
Alokasi: Rp7.555.827.806.000
Realisasi: Rp6.225.701.259.513 (82,4%)
Sisa: Rp1.330.126.546.487 (17,6%)
2022
Alokasi: Rp7.560.000.000.000
Realisasi: Rp7.064.156.912.972 (93,44%)
Sisa: Rp495.843.087.028 (6,56%)
2023
Alokasi: Rp3.960.000.000.000
Realisasi: Rp3.834.461.700.511 (96,83%)
Sisa: Rp125.538.295.489 (3,17%)
2024
Alokasi: Rp3,3 triliun
Realisasi: 97,93%



Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy