Sekjen BEM Unimal: Aceh Butuh Sosok Pemimpin Inovatif dan Inklusif

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal), Zulfikar. Foto for Line1.News
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal), Zulfikar. Foto for Line1.News

Lhokseumawe – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal), Zulfikar mengatakan Aceh sebagai wilayah kaya budaya dan sejarah, membutuhkan sosok pemimpin yang berkomitmen memajukan provinsi ini melalui pendekatan inovatif dan inklusif.

“Prioritas utama adalah membangun infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, memperkuat sistem pendidikan untuk menciptakan generasi yang terampil dan berdaya saing, serta memperdayakan masyarakat lokal,” ujar Zulfikar dalam keterangan tertulis kepada Line1.News, Sabtu, 27 Juli 2024.

Berbagai permasalahan Aceh saat ini, kata Zulfikar, tak terlepas dari peranan birokrasi yang dalam menetapkan kebijakan lebih banyak muatan politiknya ketimbang profesionalitas.

“Kegagalan dalam berbagai kebijakan dan program bukan diakibatkan pandemi, tapi lemahnya kepemimpinan Gubernur Aceh saat ini,” ujarnya.

Menurut Zulfikar ada banyak permasalahan yang belum terselesaikan secara maksimal. Mulai dari pengangguran dan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, ketergantungan pada dana otonomi khusus, hingga praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme alias KKN.

“Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya kemunduran Aceh saat ini.”

Zulfikar berharap pemimpin Aceh ke depan lebih membuka mata terhadap problematika lokal.

“Bagaimana pun itu hal wajib [bagi] seorang pemimpin untuk menyelesaikan permasalahan lokal, tidak hanya mengembangkan program kerja untuk Aceh ke depannya, tetapi harus mempertimbangkan dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi,” ujarnya.

Zulfikar juga menginginkan pemimpin Aceh yang baru berani menegakkan reformasi kepemimpinan dan bersih dari KKN.

“Kita menginginkan pemimpin dengan visi dan misi yang jelas serta komitmen kuat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh. Kami ingin perubahan yang nyata, bukan janji-janji kosong. Kami ingin pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Aceh.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy