Lhoksukon – Ratusan tenaga honorer Aceh Utara melakukan unjuk rasa damai di depan Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Senin, 13 Januari 2025. Mereka terdiri dari honorer R2 dan R3 Aceh Utara dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meliputi guru, tenaga kesehatan, personel BPBD dan lainnya.
Para honorer meminta peningkatan status mereka menjadi pegawai penuh waktu. Beberapa honorer membentangkan beberapa spanduk bertuliskan antara lain, ‘Pengabdian Puluhan Tahun Hanya Dapat ..R3’.
Yoan Puja Kesuma, juru bicara aksi mengatakan mereka belum mengetahui mekanisme paruh waktu yang melekat pada status honorer tersebut. Karena itu mereka menuntut diangkat menjadi pegawai penuh waktu.
“Kami ada yang sudah mengabdi 18 tahun maupun 20 tahun, tapi nasib kami seperti tidak ada yang peduli. Seharusnya pemerintah memberikan peluang aturan khusus untuk para tenaga honorer ini yang telah mengabdi puluhan tahun,” ujar Yoan.
Dia menceritakan saat pandemi covid-19, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan, juga ada personel BPBD yang berupaya susah payah dalam penanggulangan bencana alam di Aceh Utara yang rawan bencana banjir. Begitu pula guru honorer banyak jasanya mendidik anak-anak di sekolah, terkadang gaji pun tidak seberapa tetapi mereka tetap mengabdi demi anak bangsa.
“Tuntutan kita kepada pemerintah agar semua tenaga non-ASN ini dapat diangkat sebagai pegawai penuh waktu. Karena sebelumnya kami sempat mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dinyatakan tidak lulus.”
Saat ini, honorer R2 dan R3 yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi PPPK tahap satu dan terdata di Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, dinyatakan tidak kebagian formasi pada hasil kelulusan.
Tuntutan pengunjuk rasa direspons dan disambut Penjabat Sekretaris Daerah Aceh Utara Dayan Albar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Jamaluddin, serta Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin.
Dayan menyebutkan, Pemkab Aceh Utara telah jauh-jauh hari menyurati pemerintah pusat agar honorer R2 dan R3 itu diprioritaskan untuk diangkat penuh waktu. “Dan sama peluang dengan PPPK yang sudah lulus,” ujarnya.
Jumlah honorer R2 dan R3 di Aceh Utara 4.276 orang. Mereka terdiri dari guru, tenaga teknis maupun tenaga kesehatan. Mereka semua sempat mengikuti tes PPPK tapi tidak lulus, dan keseluruhannya terdata dalam database BKN. []


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy