Medan – Halaman profil Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto di situs ensiklopedia Wikipedia sempat diubah atau disunting oleh kontributor anonim, Senin, 1 Desember 2025.
Wikipedia merupakan situs multibahasa yang menyediakan informasi mengenai berbagai macam topik, serta dapat disunting oleh siapa saja dan bersifat kolaboratif.
Pantauan Line1.News di catatan revisi profil Suharyanto, pada pukul 12.56 muncul kalimat “Sunaryanto adalah salah satu korban banjir di Sumatera. ia ditemukan tewas mengenaskan setelah terseret barang kayu yang hanyut”.
Kalimat tersebut disertai catatan “kemungkinan menambah konten tanpa referensi atau referensi keliru”.
Kalimat itu ditambahkan dalam paragraf “Suharyanto, merupakan lulusan Akademi Militer (1989) ini berasal dari kecabangan Infanteri dan cukup lama bertugas di kesatuan Kostrad. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Panglima Komando Daerah Militer V Brawijaya.”
Namun pada pukul 13.10 kalimat itu dihapus oleh kontributor lainnya, sehingga profil Suharyanto kembali seperti semula.
Disebutkan di situ, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, kelahiran 8 September 1967, adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 17 November 2021 mengemban amanat sebagai Kepala BNPB.
Dia mengawali karier sebagai letnan dua hingga kapten dengan mengampu beberapa jabatan Yonif Linud 612/Modang (1989—1998),
Gumil Pussenif (1999), dan Pabandya Ops Sopsdam V/Brawijaya (2003—2004).
Sebelum menjadi kepala BNPB, Suharyanto saat berpangkat mayor jenderal pernah menjabat Sekretaris Militer Presiden (2019—2020) di era Jokowi, lalu sesudahnya sebagai Pangdam V/Brawijaya (2020—2021).
Baca juga: Omongan Simpang Siur Kepala BNPB Soal Minimarket Dijarah di Sibloga
Minta Maaf ke Bupati Tapsel
Dua hari terakhir, Suharyanto mendapat kecaman publik gara-gara ucapannya yang dianggap menyepelekan banjir dan longsor di Sumatra.
“Mungkin dari skala korban ya, kemudian juga kesulitan akses, rekan-rekan media bisa bandingkan saja dengan kejadian sekarang ini. Memang kemarin kelihatannya mencekam ya, kan berseliweran di media sosial, nggak bisa bertemu segala macam. Tapi begitu sampai ke sini sekarang rekan media tadi hadir di lokasi dan tidak hujan,” katanya dalam sebuah konferensi pers.
Menurutnya, saat ini bencana di tiga provinsi: Aceh, Sumut, dan Sumbar, masih berstatus bencana daerah tingkat provinsi.
“Coba di Sumatra Utara yang kemarin kelihatannya mencekam kan sekarang yang menjadi hal yang sangat serius tinggal Tapanuli Tengah. Daerah lainnya kelihatannya relatif masyarakatnya kita lihat lah, jadi saya tidak perlu menyampaikan apakah perlu tidaknya status darurat bencana nasional atau daerah tapi sekarang statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi.”
Hari ini, Suharyanto meminta maaf soal ucapannya itu. Namun, ucapan maafnya tidak terkait dengan banjir Sumatra secara umum melainkan hanya untuk Tapanuli Selatan (Tapsel) saja. Selain itu, permintaan maaf tidak disampaikan secara terbuka ke publik melainkan hanya kepada Bupati Tapsel Gus Irawan.
“Pak, saya surprise, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tak peduli,” kata Suharyanto saat mengunjungi Desa Aek Garoga, Batang Toru, Senin, dilansir Liputan6.com.
Dia lantas menyatakan BNPB hadir di Tapsel untuk menolong masyarakat yang terdampak banjir. Termasuk juga di daerah-daerah lain. “Tidak ada bedanya [penanganan di] utara, selatan, tengah. Itu sama semua bagi kami.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy