“Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,” ucap Wakil Panglima Muda KPA Daerah II Teungku Chik Di Cot Pling Wilayah Samudera Pase, Muhammad Dahlan, sambil menjabat erat tangan Yusri, Geusyiek Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Bireuen.
Setelah Yusri dan semua orang yang berada di lokasi itu kompak menjawab salam, Muhammad Dahlan akrab disapa Pang Maklan melanjutkan, “Nyoe na sumbangan dari syedara geutanyoe [masyarakat Aceh-Melayu] di Distrik Rawang Negeri Selangor, Malaysia. Geu titep bak ureung nyoe na geu woe padum droe, geu pakat kamoe dari KPA Simpang Keuramat, geu yue jak intat keu ureung droe neuh yang teungoh musibah [banjir] di Gampong Salah Sirong Jaya di Kabupaten Bireuen”.
“Nyan keuh nyoe, Pak Geusyiek,” kata Pang Maklan menuntaskan sepatah dua kata ketika penyerahan bantuan sembako dari masyarakat Aceh-Melayu di Rawang Negeri Selangor untuk penyintas banjir Salah Sirong Jaya.
Masih berjabat tangan dengan Pang Maklan, Geusyiek Yusri akrab disapa Pawang Kabare berkata, “Alhamdulillah, ata nyoe ka lon teurimong. Ata nyoe na keuh sumbangan dari urueng nyoe bacut sapo meutren-tren di Rawang, Malaysia, geume geujak jeungeuk kamoe”.
“Dan Alhamdulillah, ata nyoe ka lon teurimong, akan lon serahkan kepada yang berhak menerima, yaitu ureung yang musibah banjir,” ujar Pawang Kabare.
Pawang Kabare melanjutkan, “Insya Allah, ta meulake bak Po [Allah SWT], ureung droe neuh ka troh bak tempat lon, beutroh neu gisa deungon seulamat”.
Sang Geusyiek itu pun menangis sambil mengucapkan, “Ata nyoe, ta meulake bak Po, beujeut keu amal geutanyoe ban bandum. Karena droe neuh ideh neujak mita, keunoe neu peuwoe, karena masyarakat lon teungoh musibah. Maka lon dari tanggai 26 [November 2025] sampe uroe nyoe golom pernah lon piyoh meu siat pih, lon jak mita raseuki lon peuwoe keu masyarakat lon, sampe uroe nyoe neu kira aju, sampe tumbang lon peut malam [dirawat] bak rumoh saket”.
“Karena nyoe ka lon teurimong, syukur that-that bagi ureung droe neuh ka troh neujak saweu lon. Ta meulake bak Po beu troh neu gisa ban bandum. Lon han ek lon balah, melainkan Allah yang balah ateuh kebaikan ureung droe neuh bandum,” tutur Pawang Kabare yang juga mantan kombatan GAM wilayah Batee Iliek sambil memeluk erat Pang Maklan.
Pang Maklan didampingi Muhammad Zubir, perwakilan masyarakat Aceh-Melayu di Rawang, berusaha menyemangati Pawang Kabare yang terus larut dalam isak haru malam itu.
“Sebenarnya kami ingin tembus ke Salah Sirong. Karena selain membawa bantuan sembako, tim medis juga ikut bersama kami untuk melakukan pengobatan bagi masyarakat di sana. Tapi, kami tidak berhasil mencapai tujuan. Insya Allah, kami akan balik lagi,” ujar Pang Maklan.
Serah terima bantuan sembako tersebut berlangsung di Gampong Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Selasa malam, 27 Januari 2026. Sebelum penyerahan bantuan tersebut, rombongan perwakilan masyarakat Aceh-Melayu Distrik Rawang Negeri Selangor, Malaysia, bersama tim KPA Simpang Keuramat dan Relawan Laskar Pemuda Aceh salat Magrib di Alue Limeng.
Rombongan tersebut terhenti di Alue Limeng setelah melalui jalan licin dan berlumpur. “Karena akses jalan ke Salah Sirong Jaya belum bisa ditembus dengan kendaraan roda empat, maka Geusyiek Pawang Kabare diundang ke Alue Limeng agar menerima bantuan tersebut untuk korban banjir di sana. Bantuan sembako juga diserahkan kepada korban banjir di Alue Limeng,” kata Muhammadan, Ketua Laskar Pemuda Aceh kepada Line1.News, Rabu (28/1).

[Penyerahan bantuan sembako dari masyarakat Aceh-Melayu Distrik Rawang Negeri Selangor Malaysia untuk korban banjir Gampong Alue Limeng diterima Geusyiek, Selasa malam, 27 Januari 2026. Foto: Laskar Pemuda Aceh]
Kondisi Sebelum Diterjang Banjir
Salah Sirong Jaya yang berbatasan dengan kawasan gunung dan perkebunan di pedalaman Bireuen merupakan salah satu wilayah yang kerap terisolir dan menjadi basis GAM pada masa konflik Aceh.
Pascakonflik, perlahan Salah Sirong Jaya berusaha bangkit. Informasi diperoleh Relawan Laskar Pemuda Aceh, peningkatan jalan usaha tani wujud nyata berkembangnya denyut perekonomian warga di sana setelah Pawang Kabare memimpin gampong itu sejak tahun 2017.
Pembangunan infrastruktur publik disebut berkembang drastis di Salah Sirong Jaya. Itulah sebabnya, setelah 5 tahun kepemimpinannya, Pawang Kabare kembali terpilih untuk periode kedua.
Kembali Terisolir
Kini, perekonomian masyarakat kembali ambruk dampak banjir bandang dan longsor melumat gampong itu pada akhir November 2025. Salah Sirong Jaya kembali terisolir.
Sebanyak 270 jiwa atau 104 kepala keluarga di Salah Sirong Jaya terpaksa hidup di tenda darurat setelah 55 rumah hilang tanpa jejak, 21 unit rusak berat, dan 26 unit lainnya rusak ringan.
Bencana itu juga memporak-porandakan satu meunasah, satu balai pengajian, dan melenyapkan 18 hektare (Ha) tanah yang terdiri dari 5 Ha tanah pekarangan, 12 Ha tanah perkebunan, dan 1 Ha tanah wakaf.
Derasnya air bah juga merobohkan empat jembatan, dan satu jalan penghubung kabupaten sepanjang sekitar 1,5 km amblas ke sungai.
Sebagai alternatif untuk menyambung kembali akses ke sana, pembukaan jalan baru telah selesai dikerjakan. Namun, kondisinya masih berlumpur, apalagi setelah diguyur hujan.
“Neu saweu-saweu lom kamoe,” ucap Pawang Kabare saat rombongan perwakilan masyarakat Aceh-Melayu di Malaysia, tim KPA Simpang Keuramat, dan Laskar Pemuda Aceh pamit dari Alue Limeng.
Pawang Kabare bersama masyarakatnya bertekad bangkit kembali. Mereka butuh dukungan. Salah Sirong Jaya ingin berjaya, pelan-pelan tapi pasti.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy