Gagal Ditangkap, Buaya di Lubok Pempeng Masih Berkeliaran

Perangkap buaya
Petugas BKSDA Aceh saat memasang perangkap buaya di sungai Gampong Lubok Pempeng. Foto: Istimewa

Idi – Buaya penerkam warga Desa Lubok Pempeng, Peureulak, Aceh Timur, masih muncul di sungai gampong tersebut. Ternyata, buaya ini gagal ditangkap petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

“Buaya itu masih muncul sesekali di permukaan air sungai, di area peristiwa yang terjadi pada beberapa waktu lalu,” ujar Wahyu, Sekretaris Desa Lubok Pempeng saat dihubungi Line1.News pada Sabtu, 9 Agustus 2025.

Dia menjelaskan, dampak gagal ditangkapnya binatang buas itu BKSDA Aceh, warga masih belum berani beraktivitas disungai.

“Warga masih tidak berani ke sungai pascatragedi itu dan mata pencaharian masyarakat dengan menyelam ke dasar sungai untuk mencari kerang air tawar, terputus.”

Baca juga: Sempat Masuk Perangkap, Buaya di Lubok Pempeng Lepas Lagi

Akhir Juni lalu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe BKSDA Aceh Teuku Irmansyah mengungkapkan seekor buaya sempat masuk perangkap tapi lepas lagi.

“Buaya itu sempat masuk ke dalam perangkap yang dipasang secara apung di atas air di lokasi tempat kejadian warga diterkam buaya. Namun karena banyaknya warga yang datang menonton, kemungkinan buaya itu panik dan kembali keluar dari perangkap,” ujar Teuku Irmansyah saat dihubungi via telepon seluler.

Sebelumnya, seorang warga Lubok Pempeng, Iskandar, 32 tahun, meninggal dunia setelah diterkam buaya.

Iskandar bersama adik kandungnya Rahmad Azmi dan warga lain menyelam ke dasar sungai pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu untuk mencari kerang air tawar.

Baca juga: Iskandar bukan Korban Pertama Keganasan Buaya Lubok Pempeng

Setelah merasa cukup, adik kandung korban dan temannya langsung muncul ke permukaan air hendak ke tepi sungai.

Namun, korban yang menyelam berjarak satu meter dengan Azmi tidak kunjung naik ke permukaan air. Tidak berselang lama, muncul seekor buaya berukuran besar dengan tubuh Iskandar di mulutnya.

Adik korban langsung berenang ke tepi sungai dan segera meminta pertolongan kepada warga lainnya. Setelah petugas kepolisian datang dan menembak ke arah samping reptil ganas tersebut, barulah korban dilepaskan. Setelah itu warga bersama personel TNI Polri mengevakuasi jasad korban.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy