Idi – Bupati Aceh Timur Iskandar Al-Farlaky mengatakan Krueng Peureulak merupakan salah satu kawasan yang kaya akan kerang air tawar atau pempeng.
“Kita ingin masyarakat bisa mencari nafkah dengan aman, tanpa mengganggu habitat satwa. Di sinilah pentingnya peran BKSDA,” ujar Al-Farlaky dikutip dari Laman Pemkab Aceh Timur, Senin, 30 Juni 2025.
Akibat ancaman predator sungai itu, kata dia, aktivitas warga pencari pempeng kini terganggu. Selain menghambat mata pencaharian, serangan buaya berujung pada hilangnya nyawa.
Al-Farlaky meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh segera mengambil langkah penanganan dan pencegahan, termasuk evakuasi satwa liar bila membahayakan keselamatan warga.
Al-Farlaky juga mengimbau warga tetap waspada saat beraktivitas di sekitar sungai yang menjadi habitat buaya.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Kita tentu prihatin atas kejadian ini dan berharap tidak terulang kembali.”
Baca juga: Sempat Masuk Perangkap, Buaya di Lubok Pempeng Lepas Lagi
Sementara itu, kata Al-Farlaky, Pemkab Aceh Timur akan berkoordinasi dengan aparatur desa dan pihak terkait untuk mendata kawasan rawan konflik manusia dan satwa, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
Al-Farlaky yang sedang menjalani retret kepemimpinan di IPDN Jatinangor telah mengutus Plt Kepala Dinas Sosial Jamal untuk menyerahkan bantuan masa panik kepada keluarga Iskandar bin Abdurrahman Saman, 32 tahun, yang meninggal dunia setelah diterkam buaya.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur, mi instan, serta titipan santunan uang duka dari Al-Farlaky. Bantuan itu diantar langsung oleh Jamal pada Minggu, 22 Juni 2025, dan diterima oleh istri almarhum Iskandar, Chairani.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy