Begini Kondisi Terkini Pante Rambong Pante Bidari Pascabanjir

Korban banjir Pante Rambong Kec Pante Bidari
Salah seorang penyintas banjir bandang di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Selasa, 20 Januari 2026, duduk di muka gubuk darurat yang dibangun dengan sisa material setelah rumahnya hancur diterjang banjir pada akhir November 2025. Foto: Laskar Pemuda Aceh

Aceh Timur – Banjir bandang menelan harta benda masyarakat Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur pada akhir November 2025 lalu. Rumah tempat mereka berlindung tinggal puing dan lumpur.

Namun, musibah tersebut bukanlah sebuah pertanda asa mereka berakhir di titik itu. Para penyintas bencana kini kembali beraktivitas. Meski belum stabil, warga mulai berusaha bangkit.

Hal itu terlihat pada hari ke-56 pascabanjir bandang saat Medical Team KPA Simpang Keuramat, Aceh Utara, dan Laskar Pemuda Aceh melakukan pengobatan gratis dan penyaluran bantuan logistik bersama perwakilan masyarakat Aceh-Melayu Distrik Rawang Negeri Selangor, Malaysia, Selasa, 20 Januari 2026.

“Dari dua titik pengobatan yang kita lakukan, intensitas kasus hipertensi sudah tidak kita temukan lagi, kecuali beberapa [warga] yang memiliki riwayat itu sendiri jauh sebelum terjadi bencana,” kata dokter Nellyssayanti didampingi Muhibbudin selaku Ketua Medical Team KPA Simpang Keuramat.

Kondisi tersebut dinilai jauh membaik dibandingkan sebulan lalu ketia Medical Team KPA Simpang Keuramat melakukan kegiatan yang sama di Gampong Blang Seunong dan Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari.

Adapun bantuan sembako dari masyarakat Aceh-Melayu Distrik Rawang Negeri Selangor-Malaysia disalurkan di lima titik. Yakni, dua titik di Pante Rambong dan satu titik di Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari.

Mereka juga menyalurkan bantuan ke Gampong Blang Nie dan Gampong Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur.

“Dengan bantuan yang tidak seberapa, kami berharap dapat sedikit membantu meringankan beban para korban bencana,” ujar Irwan, perwakilan Aceh-Melayu. Dia mengucapkan terima kasih kepada para pendonor.

Huntara Mulai Dibangun

Amatan Tim Laskar Pemuda Aceh, luapan air disertai lumpur dan material sampah menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah warga di Pante Rambong, sehingga sebagian besar tidak layak huni lagi.

“Saat ini warga masih bertahan di tenda-tenda darurat dan sisa puing yang dibangun sendiri oleh masyarakat. Pembangunan huntara juga tampak sedang dikerjakan,” ujar Muhammadan, Ketua Tim Laskar Pemuda Aceh yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Lebih 3.800 Rumah Rusak Berat Akibat Banjir Aceh Timur, Huntara Mulai Dibangun di Pante Rambong

Pembangunan hunian sementara (huntara) yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, diresmikan secara simbolis oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Jumat, 16 Januari 2026.

Al-Farlaky pada kesempatan itu juga meresmikan rumah contoh huntara insitu, yakni hunian sementara yang dibangun di atas lahan milik warga atau di lokasi rumah korban sebelumnya.

“Hunian yang berada di belakang saya ini merupakan huntara insitu, dibangun di tanah masing-masing warga korban bencana,” kata Al-Farlaky, dilansir laman Pemkab Aceh Timur, Jumat (16/1).

Al-Farlaky mengatakan pembangunan huntara akan dilaksanakan di 19 kecamatan terdampak bencana di Aceh Timur, salah satunya di Kecamatan Pante Bidari.

Dewan Pengarah BNPB, Isroil Samihardjo, menyampaikan jumlah rumah rusak berat di Aceh Timur mencapai 3.843 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.413 unit masuk dalam skema penanganan huntara.

“Sebanyak 2.594 unit huntara akan dibangun. Sementara 600 unit akan dibangun oleh BNPB sendiri. Dan yang lainnya akan dibangun oleh Danantara dan saat ini masih dalam proses,” ujar Isro.

Isro menjelaskan bagi warga yang belum bersedia menempati huntara, pemerintah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) Rp600 ribu perbulan. Saat ini, sebanyak 430 data penerima DTH telah dinyatakan valid, dengan 200 di antaranya telah ditransfer ke rekening penerima.

Isro mengungkapkan Kecamatan Pante Bidari menjadi wilayah dengan jumlah rumah rusak berat terbanyak, yakni 1.541 unit, disusul Kecamatan Rantau Peureulak sebanyak 391 unit dan Kecamatan Serbajadi 330 unit.

“Data ini cukup memprihatinkan. Namun, di bawah kepemimpinan Bupati Aceh Timur, kami optimistis seluruh permasalahan dapat diatasi secara bertahap,” pungkas Isro.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy