Lantik 209 Keuchik, Syech Muharram Minta Dana Gampong Dikelola Secara Akuntabel

Pelantikan 209 keuchik di Aceh Besar
Bupati Aceh Besar Muharram Idris melantik 209 keuchik di Lapangan Bungong Jeumpa, Kota Jantho, Jumat (21/11/2025). Foto: Humas Pemkab Aceh Besar

Jantho – Bupati Aceh Besar Muharram Idris atau Syech Muharram melantik 209 keuchik. Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dilakukan di lapangan Bungong Jeumpa, Kota Jantho, Jumat, 21 November 2025.

Para kepala desa hasil pemilihan keuchik langsung itu akan menjabat hingga 2031. Sebelumnya, 238 gampong di Aceh Besar melaksanakan pemilihan keuchik tahun ini.

Sebanyak 216 di antaranya melakukan pemilihan secara langsung karena kepala desa sebelumnya telah berakhir masa jabatan. Sisanya melaksanakan pemilihan keuchik pengganti antar waktu (PAW) untuk melanjutkan estafet masa jabatan keuchik sebelumnya.

“Selamat bekerja, amanah ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Laksanakan tugas dengan penuh integritas, transparansi, dan keterbukaan. Jadilah pemimpin bagi seluruh warga, bukan hanya bagi kelompok yang mendukung saat proses pemilihan,” pesan

Muharram meminta para keuchik mengutamakan pelayanan warga dan memastikan kemudahan akses administrasi, bantuan, serta program pembangunan gampong berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dia juga meminta dana gampong dikelola secara akuntabel dan benar-benar digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi gampong.

“Hindari penyimpangan dalam bentuk apa pun dan sekecil apapun. Wujudkan kinerja pemerintahan gampong yang baik guna mendapatkan reward dan penghargaan dari pemerintah pusat dalam bentuk tambahan dana gampong,” ujar Muharram dikutip dari Laman Pemkab Aceh Besar, Sabtu, 22 November 2025.

Bupati juga meminta keuchik membangun sinergi dan kolaborasi yang baik dengan tuha peut, aparatur, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat gampong.

“Mustahil visi misi keuchik akan berhasil jika silaturahmi dengan para elemen dan unsur di gampong tidak berjalan dengan baik, karena semestinya pembangunan hanya bisa berhasil jika dilakukan dengan bersama-sama.”

Di akhir amanatnya, Muharram meminta keuchik inovatif dengan melakukan penguatan UMKM, digitalisasi layanan gampong, ketahanan pangan, dan pengelolaan potensi gampong yang berkelanjutan.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy