Lhokseumawe – Tiga siswa Lhokseumawe dinyatakan lolos seleksi AFS Global STEM Innovators 2025. Program ini dirancang untuk mengasah kemampuan pelajar di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM).
AFS Global STEM Innovators 2025 merupakan program pertukaran pelajar dengan beasiswa penuh bagi remaja berusia 14-16 tahun yang berminat mendalami STEM, keberlanjutan, dan keterampilan antarbudaya.
Melansir laman Pemko Lhokseumawe, Minggu, 5 Oktober 2025, dari lima pelajar Lhokseumawe yang mengikuti seleksi program AFS Global STEM Innovators 2025, tiga berhasil lolos ke tingkat nasional dan internasional.
Mereka adalah Thifaal Farisha Zoerwita dari SMA Negeri 1 Lhokseumawe, asal Gampong Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti; Muhammad Muzammil dari MAS Ulumuddin Uteunkot, asal Gampong Masjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat; dan Quinsha Shafiya dari SMA Negeri 2 Lhokseumawe, asal Gampong Meunasah Alue, Kecamatan Muara Dua.
Program ini diikuti 1.441 peserta dari seluruh Indonesia. Setelah melalui proses seleksi ketat, hanya 100 siswa yang berhasil lolos ke tahap berikutnya.
Dari jumlah tersebut, 25 peserta memperoleh beasiswa penuh dari SKK Migas. “Sementara Kota Lhokseumawe mencatat capaian luar biasa dengan menempatkan tiga pelajar sekaligus sebagai peserta terbanyak yang lolos dibandingkan daerah lain”.
Para peserta akan menjalani kegiatan virtual selama lima minggu (4 Oktober–2 November 2025), dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka selama satu minggu di Jakarta.
Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan tiga pelajar ini hasil nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa komitmen kita untuk membangun sektor pendidikan mulai menunjukkan hasil. Pemerintah terus berupaya menghadirkan program, kerja sama, dan dukungan agar siswa-siswa kita dapat berkembang dan berdaya saing,” ujar Sayuti.
Dia menyebut capaian ini sejalan dengan visi Pemko Lhokseumawe untuk menyiapkan generasi muda dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan agar mampu bersaing dan beradaptasi di era global yang terus berubah.
“Capaian ini tidak hanya membanggakan para siswa dan keluarga, tetapi juga seluruh masyarakat Lhokseumawe. Kita akan terus mendorong lahirnya generasi berprestasi, berdaya saing, dan mampu berkontribusi di tingkat global,” kata Sayuti.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lain untuk terus berusaha mengembangkan diri. “Kesempatan untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional terbuka bagi siapa saja yang memiliki semangat belajar dan tekad kuat untuk maju”.
Sayuti berharap keberhasilan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya belajar, riset, dan inovasi di kalangan pelajar. Selain itu, mendorong masyarakat agar memberikan dukungan penuh kepada generasi muda yang meniti jalan menuju masa depan lebih baik.
“Ke depan, kami ingin melihat semakin banyak siswa Lhokseumawe yang mampu bersaing dalam program-program prestisius, baik nasional maupun internasional. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat, hal tersebut bukanlah hal yang mustahil,” kata Sayuti.
Pemko Lhokseumawe menyatakan berkomitmen terus memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan mutu pendidikan, termasuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak seperti SKK Migas dan Mubadala Energy. “Yang selama ini aktif mendukung pengembangan pendidikan di Lhokseumawe”.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy