Banda Aceh – Perwakilan Pustaka Coffee Banda Aceh, Muhammad Alhudan, menyatakan pihaknya siap mematuhi peraturan terkait pembayaran royalti musik di tempat usaha. Namun, pihaknya berharap ada sosialisasi resmi dan jelas dari pihak berwenang.
“Dalam sisi bisnis, ini adalah ancaman bagi kami. Tapi, kami juga siap kooperatif apapun keputusannya nanti,” ucap Alhudan, Kamis, 14 Agustus 2025.
Informasi dia terima, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) mematok tarif royalti Rp120.000 per kursi/tahun. Namun, kondisi daya beli masyarakat yang menurun membuat beban biaya tambahan menjadi tantangan bagi pelaku usaha.
“Sejak 2024–2025, minat beli masyarakat turun karena inflasi, kurangnya lapangan kerja dan lain-lain. Untuk mempertahankan bisnis, kami harus meminimalisir biaya,” ujar Alhudan.
Dia mengungkapkan ketika aturan tersebut diberlakukan, pihaknya bakal meninjau ulang laporan keuangan. Jika pun tidak sanggup, pihaknya memilih mutar musik non-copyright.
Alhudan menilai musik memiliki peran penting dalam menciptakan suasana di kafe. Namun, penting pula menghormati hak cipta karya musik. Menurutnya, pemutaran musik di ruang publik juga bisa menjadi ajang promosi bagi musisi.
“Masalahnya muncul kalau seseorang membawakan lagu orang lain untuk keuntungan tanpa membayar royalti. Tapi, banyak juga musisi besar seperti Ed Sheeran dan Justin Bieber yang awalnya membawakan lagu orang lain sebagai promosi,” katanya.
Dia meminta agar pemerintah atau LMKN memberikan pemberitahuan resmi kepada pelaku usaha, bukan hanya melalui media sosial. Sosialisasi itu, kata dia, harus disertai detail mengenai lagu atau musik yang boleh atau tidak boleh diputar.
“Contohnya, kemarin ada hotel yang kena somasi karena memutar suara burung. Padahal itu suara asli, bukan rekaman dari YouTube. Ini menjadi miskonsepsi,” jelasnya.
Pustaka Coffee, kata Alhudan, siap mengikuti aturan sepanjang ada kejelasan regulasi serta dilakukan sosialisasi secara masif kepada pemilik bisnis kafe.
“Kami ingin bisnis tetap berjalan, apalagi di tengah daya beli masyarakat yang menurun,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy