Lhokseumawe – Komandan Lanal Lhokseumawe, Kolonel Laut (P) Andi Susanto, membenarkan kasus dugaan pembunuhan terhadap Hasfiani, 37 tahun, melibatkan seorang oknum anggota TNI AL berinisial DI berpangkat Kelasi Dua (KLD).
“Memang benar telah terjadi dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh anggota Lanal Lhokseumawe atas inisial KLD DI. Saat ini, terduga pelaku sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” ujar Andi, Senin, 17 Maret 2025.
Terduga pelaku kini telah ditahan di Pomal Lhokseumawe untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Baca juga: Ada Bekas Tembakan di Pelipis Kanan Hasfiani, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Setimpal
Sejauh ini, dari keterangan Komandan Detasemen Pomal Lanal Lhokseumawe, Mayor Laut (PM) Anggiat Napitupulu, KLD DI merupakan satu-satunya terduga pelaku penembakan Hafsiani.
“Saya pastikan pelaku itu hanya satu orang, tidak ada yang lain. Motifnya hanya untuk menguasai mobil saja, selain daripada itu tidak ada,” ujar Napitupulu saat temu pers di Mako Lanal Lhokseumawe, Senin sore.
Lantas siapa pria berambut cepak yang menunjukkan lokasi jenazah Hasfiani di Gunung Salak?
Line1.News sempat melihat beberapa video yang memperlihatkan proses evakuasi jenazah Hasfiani di KM 50 Jalan KKA, kawasan Gunung Salak, Aceh Utara.
Baca juga: Pomal Lhokseumawe Ungkap Motif Oknum TNI AL Bunuh Hasfiani, Ingin Kuasai Mobil
Di salah satu video terlihat seseorang pria berambut cepak berkaos krem atau putih lengan panjang turun dari mobil. Lalu, diiringi beberapa petugas, pria itu berjalan sembari matanya menelisik ke tepi jalan. Beberapa saat kemudian dia berhenti dan menunjukkan sebuah titik.
Petugas kemudian mendekati titik dimaksud lalu. Lalu rekaman video memperlihatkan samar-samar di balik semak itu sebuah karung. Setelah memastikan karung itu berisi jenazah, evakuasi pun dilakukan.
Sepintas, lokasi penemuan jenazah hanya beberapa meter dari badan jalan, berada di atas punggung bukit. Sementara di area tersebut tidak terlihat atap rumah warga.
Baca juga: Ada Suara Tembakan Sebelum Perawat Hasfiani Diduga Diculik Lalu Dibunuh?
Masih dalam video itu, setelah jenazah Hasfiani ditemukan, pria berambut cepak tersebut mulanya berdiri di dekat petugas yang sedang melakukan upaya evakuasi. Ia ikut melihat proses evakuasi.
Setelah itu, dalam potongan video lainnya ia mulai sedikit menjauh. Pria tersebut kemudian tampak berdiri di samping mobil patroli Denpomal Lhokseumawe. Setelah itu, seorang Anggota Denpomal Lhokseumawe terlihat berdiri di sampingnya.
Sementara itu, saat proses evakuasi jenazah, video lainnya merekam seorang pria yang diduga kerabat Hasfiani. Pria ini terlihat emosi sambil menanyakan keberadaan terduga pelaku apakah ikut dalam proses evakuasi. Namun, beberapa pria lainnya menyebutkan, terduga pelaku penembakan Hasfiani tidak ikut ke sana.
Di Mana Hasfiani Dieksekusi?
Di media sosial juga beredar rekaman CCTV merekam gerak-gerik seorang pria diduga pelaku. Waktu rekaman menujukkan pukul 14.03 waktu Aceh, Jumat, 14 Maret 2025. Pria itu berkemeja putih memakai tas selempang. Ia berjalan sambil menelepon.
Setelah itu, pria tersebut menghilang di balik sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan, diduga seputar kawasan Pasar Krueng Geukuh, Aceh Utara.
Sepupu korban, Teungku Mujirurrahman, mengatakan Hasfiani mulai hilang kontak sejak Jumat, 14 Maret 2025.
Sebelum hilang, Hasfiani disebut Muji sempat bertemu terduga pelaku untuk bertransaksi jual beli mobil. Hasfiani, selain perawat juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai agen mobil.
“Berdasarkan informasi kami peroleh bahwa sebelumnya pelaku melihat postingan di Facebook ada sesorang jual mobil. Lalu oknum TNI AL itu menghubungi penjual untuk membeli mobil yang akan dijual tersebut,” ungkap Muji.
Terduga pelaku, kata Muji, kemudian bertemu dengan Hasfiani selaku agen dan pemilik mobil tersebut di kawasan bekas Kompleks Perumahan PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) Krueng Guekueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.
Menurut Muji, pertemuan terjadi selepas salat Jumat. Artinya, saat pria berkemeja putih terekam CCTV di Pasar Krueng Geukuh, Hasfiani belum dieksekusi.
Sebab, ada informasi lain yang beredar via WhatsApp menyebutkan, saat transaksi itu, satu unit mobil Kijang Innova V Solar 2014 plat BL 1539 HW dibawa kabur. Kejadiannya pukul 15.00, satu jam setelah pria berkemeja putih terekam CCTV.
Lihat: [Foto] Evakuasi Jenazah Perawat Hasfiani di KM 50 Gunung Salak
Saat mobil itu dibawa lari, Hasfiani atau Imam juga ikut di dalamnya.
“Ada suara tembakan. Akhirnya mobil dibawa lari ke arah timur/Medan. HP kawan yang dalam mobil itu aktif tapi gak diangkat,” bunyi informasi yang beredar di WhatsApp. Dari keterangan ini, kemungkinan Hasfiani dieksekusi di dalam mobil di kompleks AAF. Namun, informasi ini belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.
Muji juga tidak tahu persis seperti apa kejadian penembakan Hasfiani. Ia menyerahkan pengungkapannya kepada otoritas berwenang.
Setelah menghilang Jumat siang itu, jasad Hasfiani baru ditemukan menjelang Senin siang, 17 Maret 2025. Jenazahnya terbungkus karung dibuang di pinggir jalan yang tertutup semak belukar.
Muji sempat melihat kondisi jenazah Hasfiani. Ia menemukan bekas bekas tembakan di bagian pelipis kanan sepupunya itu.
“Entah ditembak dari depan muka tembus ke belakang atau dari belakang tembus ke depan, yang pasti ada bekas satu tembakan.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy