Satgas PRR Targetkan Pengungsi Bencana Sumatra Direlokasi Sebelum Lebaran

Yayasan ACF gelar trauma healing bagi anak korban banjir Rumoh Rayeuk4
Yayasan ACF menggelar trauma healing bagi anak-anak pengungsi korban banjir bandang di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Minggu, 25 Januari 2026. Foto: Line1.News/Yasir

Jakarta – Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra Tito Karnavian menargetkan seluruh pengungsi yang masih tinggal di tenda darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar direlokasi ke hunian layak sebelum Lebaran 2026.

“Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idulfitri. Kalau bisa sebelum Idulfitri semua tidak ada di tenda tapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan,” ujarnya saat rapat koordinasi tingkat menteri di kantor Kementerian Koordinator PMK, Sabtu, 28 Februari 2026, dilansir Detik.com.

Menurutnya percepatan relokasi pengungsi menjadi satu fokus utama pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi seiring menurunnya jumlah warga yang tinggal di tenda darurat.

Dari lebih dari dua juta warga terdampak pada fase awal bencana, hingga 27 Februari 2026 tersisa 11.307 orang yang bertahan di tenda pengungsian.

Mayoritas pengungsi berada di Aceh sebanyak 10.394 jiwa, sementara di Sumut tersisa 913 jiwa, dan di Sumbar seluruh pengungsi telah meninggalkan tenda darurat.

Untuk mempercepat relokasi, Satgas PRR mendorong pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta penyaluran dana tunggu hunian.

Berdasarkan data per 27 Februari 2026, target pembangunan huntara di tiga provinsi mencapai 18.253 unit dengan realisasi 10.498 unit atau setara 57 persen.

Realisasi huntap 1.363 unit dari target 36.669 unit saat ini dalam proses pembangunan. Sementara enam unit huntap di Sumbar dilaporkan sudah rampung.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy