Peserta workshop arsitektur dibimbing cara memakai software desain bangunan. Foto: Dokumentasi Prodi Arsitektur Unimal
Lhokseumawe – Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh menggelar Workshop Arsitektur bersama siswa kelas VII SMP IT Azkiya Bireuen di Kampus Lancang Garam, Lhokseumawe, pada Rabu, 19 Februari 2025.
Acara dibuka pukul 10.00 waktu Aceh oleh Ketua Prodi Arsitektur Hendra A. Dalam sambutannya Hendra mengatakan workshop itu bertujuan memperkenalkan dunia arsitektur serta memberikan wawasan tentang desain yang baik.
Ia berharap kegiatan itu dapat menumbuhkan minat siswa terhadap arsitektur. “Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, adik-adik siswa-siswi dari SMP IT Azkiya Bireuen dapat mengetahui bagaimana desain yang baik dan tertarik untuk mempelajari arsitektur,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis kepada Line1.News, Kamis, 20 Februari 2025.
Workshop selama dua jam itu dibagi tiga sesi: pengenalan software desain arsitektur, pembuatan maket 3D printing, dan pameran karya mahasiswa arsitektur.
Pameran menampilkan berbagai desain dan konsep dalam bentuk APREB atau poster, maket, paper layering art, string art, quilling art, serta sketsa dengan berbagai teknik. Peserta diberi kesempatan mengamati dan berdiskusi langsung dengan mahasiswa mengenai desain yang fungsional serta proses dan bahan pembuatan karya arsitektur.
Peserta workshop desain arsitektur Unimal
Saat sesi pengenalan software, siswa diperkenalkan dengan aplikasi desain seperti AutoCAD, ArchiCAD, Revit, SketchUp, hingga software rendering. Sesi ini menarik perhatian peserta karena mereka diberikan kesempatan mengaplikasikan SketchUp untuk membuat bentuk sederhana.
Sementara di sesi pengenalan teknologi 3D printing dalam dunia arsitektur, para siswa diajak memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk mencetak model bangunan.
Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan aplikasi Cura yang digunakan dalam proses pencetakan maket bangunan skala kecil maupun besar. Selama sesi ini, para siswa juga menyaksikan langsung proses pembuatan model dengan printer 3D.
Sebelum acara ditutup, diadakan sesi kuis yang dipandu mahasiswa mentor workshop. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan merchandise berupa gantungan kunci yang diproduksi langsung menggunakan teknologi 3D printing.
Kegiatan berlangsung interaktif dan meriah. Salah satu peserta, Aurel, mengungkapkan antusiasmenya. “Saya ingin menjadi arsitek! Sangat seru dan menyenangkan.”[]
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy