DPRK Lhokseumawe Apresiasi Pj Wali Kota yang Perpanjang Masa Kerja 1.621 Honorer

 

Lhokseumawe – Pimpinan DPRK Lhokseumawe mengapresiasi kebijakan Penjabat Walikota Lhokseumawe A. Hanan  yang telah memperpanjang kembali masa kerja 1.621 honorer. Hanan memastikan tidak ada honorer tersebut yang dirumahkan karena tidak diperpanjang lagi masa kerja mereka.

Kabar gembira tersebut dituangkan dalam edaran SK Penetapan Tenaga Bakti Daerah (TBD) ditujukan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditandatangan Pj Wali Kota A Hanan pada awal Januari 2024.

“Ini kabar gembira yang paling ditunggu tunggu di bawah decission maker Pj Walikota baru A Hanan, dalam mengatasi masalah pengangguran di Kota Lhokseumawe,” ungkap Wakil Ketua I DPRK Lhokseumawe Irwan Yusuf kepada line1.news, 7 Januari 2024 di Lhokseumawe.

Sebut Irwan Yusuf, dalam edaran tersebut tertera beberapa poin, yaitu demi kelancaran pembayaran honorarium TBD tahun 2024, maka SK penetapan TBD tahun ini disesuai dengan SK tahun 2023. Berarti jumlah yang dirumahkan oleh pejabat wali kota sebelumnya, yaitu sebanyak 1.621 orang.

Poin selanjutnya, kepala OPD dilarang menambahkan atau mengganti nama TBD yang telah ditetapkan dalam SK sebelumnya, kemudian yang telah lulus PPPK harus dikeluarkan dalam usulan. Selanjutnya pada poin terakhir, kepala OPD harus mengawasi dan evaluasi terhadap kehadiran serta kinerja TBD.

Langkah persuasif yang dilakukan oleh Pj Walikota Lhokseumawe mendapatkan perhatian semua pihak. Serta apresiasi dari semua elemen terus membanjiri kepada keputusan yang berpihak kepada ribuan tenaga honorer.

DPRK sendiri turut memberikan apresiasi terkait Keputusan pro rakyat ini, yang telah menyelamatkan nasib ribuan tenaga honorer di Kota Lhokseumawe. ” iya kami menyambut baik Keputusan ini dan ikut mendukung kinerja Pj Walikota Lhokseumawe A Hanan untuk memimpin Kota Lhokseumawe ke semua lini perubahan,” terang Politisi senior dari Fraksi Partai Gerindra.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lhokseumawe. Irsyadi menyebutkan, seluruh honorer yang mendapat SK 2023 akan diperpanjang hingga tahun 2024, termasuk 1.600 honorer yang hendak diputus kontrak.

“Dari 2.975 yang diperpanjang SK, tahun ini akan dievaluasi dengan baik seluruh TBD, yang berkinerja baik akan dilanjutkan, sebaliknya bila tidak pernah masuk kantor atau tidak disiplin maka SK akan dihentikan,” jelasnya.

Sebelumnya Pejabat Wali Kota lama, Imran telah merumahkan 1.621 tenaga honorer terhitung November 2023, dengan dalih tidak mampu menggaji mereka di tahun 2024.

Mereka terdiri dari 1.111 guru dan 510 orang tenaga administrasi umum.

Sebelumnya, anggota DPRK Lhokseumawe dari Fraksi Partai Aceh Taslim A Rani meminta kepada Penjabat Walikota Lhokseumawe yang baru bapak A. Hanan untuk membatalkan Pemberhentian ratusan tenaga honorer di jajaran Pemerintahan Kota Lhokseumawe.

Mereka tenaga honorer tersebut merupakan tenaga honorer yang telah diseleksi sebelumnya saat rasionalisasi pengurangan jumlah honorer tahun lalu. Seharusnya ini jangan diberhentikan lagi, mengingat kinerja mereka sangat di butuhkan pada semua OPD di Kota Lhokseumawe, kata Taslim.

Menurutnya, kebijakan Pemko Lhokseumawe beberapa waktu lalu terkait Pemberhentian ratusan tenaga honorer dapat ditijau kembali. ” kami sangat menyayangkan adanya kebijakan tersebut, yang telah membuat mereka menjadi pengangguran”, ujarnya.

Oleh sebab itu, kita berharap banyak dibawah kepemimpinan Pj Walikota Lhokseumawe yang baru bapak A. Hanan agar dapat mencari solusi dan mengaktifkan kembali tenaga honorer tersebut, pinta Taslim A Rani.

Kondisi apapun, mereka harus diselamatkan, agar tidak terjadi pengangguran secara masif, dan berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan mereka. ” ini harus menjadi atensi khusus Pj Walikota Lhokseumawe yang baru dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Lhokseumawe,”terang Taslim.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy